Kabar Pangkalpinang

Akademisi Sebut Pemilik Usaha Ritel Harus Beradaptasi dengan Kondisi Pasar

Penting bagi pemilik usaha ritel atau toko kelontong memahami dan mengadaptasi strategi yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Penulis: Rusaidah | Editor: Teddy Malaka
Bangka Pos/Sela Agustika
Ritel modern Indomaret menghiasi sudut Kota Pangkalpinang. 

POSBELITUNG.CO - Penting bagi pemilik usaha ritel atau toko kelontong memahami dan mengadaptasi strategi yang relevan dengan kondisi pasar saat ini, terutama di tengah maraknya digitalisasi.

Dosen sekaligus Ketua Program Studi Ekonomi Universitas Bangka Belitung Muhammad Faisal Akbar mengungkap, terdapat beberapa risiko jika pemilik toko tidak mengikuti keinginan konsumen mulai dari penurunan penjualan, keterasingan dari pasar hingga kesulitan dalam bersaing.

"Tak dipungkiri saat ini konsumen cenderung beralih ke alternatif yang lebih memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka, sehingga ritel yang tidak mengikuti tren digitalisasi dan preferensi konsumen dapat menjadi ketinggalan zaman dan tidak relevan dengan pasar saat ini," ungkap Faisal, Jumat (8/3).

Untuk menghadapi tantangan saat ini menurutnya penting bagi ritel lokal untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan teknologi. Melalui strategi yang fokus pada digitalisasi, pemahaman konsumen, diferensiasi dan kolaborasi, ritel lokal dapat mempertahankan relevansi dan meningkatkan daya saing mereka di pasar yang terus berubah.

Faisal menyebut, kelebihan dari ritel lokal bersifat ramping sehingga sangat fleksibel dalam menentukan strategi penjualan, marketing maupun pricing. 

Tips adaptasi teknologi yang harus dilakukan ritel atau toko
* Ritel lokal harus mulai mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan operasional dan pengalaman pelanggan. Hal ini bisa meliputi pemanfaatan aplikasi seluler untuk layanan pesan-antar, penggunaan media sosial untuk pemasaran, dan sistem pembayaran elektronik yang memudahkan transaksi.

* Membangun atau bergabung dengan platform online dapat memperluas jangkauan pasar ritel lokal. Platform seperti marketplace lokal memungkinkan toko kelontong bersaing secara lebih efektif dengan ritel modern yang sudah memiliki infrastruktur online yang kuat.

* Ritel lokal dapat menggunakan data dari transaksi dan interaksi pelanggan untuk menawarkan produk atau layanan yang lebih disukai konsumen.

* Menyediakan layanan unik yang tidak dapat ditiru oleh ritel besar, seperti layanan personalisasi, antar barang lokal dengan cepat, atau konsultasi produk secara personal.

* Kerja sama dengan UMKM lokal. Ritel lokal dapat bekerja sama dengan produsen lokal atau UMKM untuk menyediakan produk unik dan berkualitas yang tidak tersedia di ritel besar.

* Sinergi dengan pemerintah dan lembaga non-pemerintah. Mengambil bagian dalam program pemerintah atau inisiatif dari lembaga non-pemerintah yang mendukung digitalisasi dan pengembangan UMKM dapat memberikan ritel lokal akses ke sumber daya dan pelatihan. (t3/posbelitung.co)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved