Berita Belitung
5 Bulan Jadi Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa Kejar Target Pelayanan Dasar dan Kinerja OPD
Apa yang menjadi fokus Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa dalam pembangunan Belitung dalam waktu dekat?
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Kamri
Kalau dari sisi pariwisata, bukan perkara lama, tapi cepat, ini pun sudah hampir dua minggu. Lima bulan itu 20 minggu saya akan berada di Belitung. Untuk pariwisata memang yang paling tampak di Tanjungpendam. Kalau wajah kota yang nampak benar di Tanjungpendam. Setiap sore pasti ramai orang melihat matahari terbenam, di sana masjid terlihat kusam, kurang bersih, dan kurang tertata. Di pinggir itu ada teman-teman tapi menutup pandangan. Mungkin nanti akan kami coba diskusikan dengan dinas pariwisata dan pengelola, mungkin dengan menempatkan tempat duduk di sisi pantai agar masyarakat bisa duduk menyaksikan matahari terbenam. Kalau sekarang saya melihat, masyarakat tidak turun dari motor menyaksikan, berdesak-desakan. Tapi kalau teratur, di situ juga ada retribusi juga, disediakan parkir, parkir saja masyarakat di situ, ke lokasinya bisa berjalan dan menyaksikan dengan lebih indah dan tertib. Di samping itu, juga ada budaya seni, sebelum matahari terbenam, ada puisi, tarian, menyanyi, saya pikir dihidupkan kembali selain sarana prasarana infrastruktur diperbaiki secara perlahan. Apalagi sekarang ada program Gesit yang menyediakan infrastruktur ramah disabilitas.
Berarti prioritasnya Tanjungpendam?
Untuk sekarang saya coba pusatkan di Pantai Tanjungpendam. Karena Oktober 2024, Belitung juga jadi tuan rumah MTQ yang pelaksanaannya di Tanjungpendam. Kita coba benahi panggungnya dengan kolaborasi unsur pentahelix yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, dan media. Kami telah menghubungi beberapa media, media siap membangun semacam kursi teater dari beton yang terfokus ke laut untuk memandang laut dan menyaksikan matahari terbenam.
Isu-isu yang mendesak di masa jabatan yang singkat bagaimana? Ada pariwisata, pelabuhan dan bandara yang harusnya memberikan multiplier effect bagi pembangunan ekonomi daerah?
Saya ambil yang mudah saja, pariwisata terkait transportasi. Transportasi di kita, pesawat ke Belitung terbatas, ke Pangkalpinang kadang sekali atau dua kali. Ke Jakarta mungkin empat kali. Itu masih kurang kalau menurut pandangan kita tapi penilaian maskapai berbeda-beda, artinya kita ramai pada season tertentu saja. Nah kekurangan kita ini event-event yang menghadirkan orang luar ke kita. Kita coba kepada semua OPD untuk membuatkan surat permintaan melakukan kegiatan aktivasi seperti rakornas di Kabupaten Belitung. Di kita ada sekitar 30 OPD membuat surat ke kementerian masing-masing, kalau mereka minta audiensi, saya akan audiensi. Di sini sangat mumpuni, ada 5 ribu lebih kamar dan Hotel berbintang banyak, sehingga seperti kegiatan G20 sudah pernah, sehingga seperti rakornas dan sebagainya bisa coba ditarik di Belitung. Secara tidak langsung akan berefek pada penerbangan karena banyaknya permintaan, agar maskapai menambah penerbangan. Event itu diagendakan dan disebarluaskan ke maskapai, sehingga maskapai bisa melihat peak season. Yang jelas salah satu menarik penumpang dengan kegiatan seperti itu.
Surat itu bukan hanya dikirim, kami minta OPD memberikan sendiri dengan bentuk proposal, dengan informasi hotel, jumlah kamar, dan kemudahan lain yang akan diberikan apabila kegiatan itu dilaksanakan, serta menjual daya tarik wisata. Taruhlah ada 30 OPD, terjaring 20, tapi kita tetap mencoba dengan dukungan kawan-kawan
Lalu bagaimana dengan Pelabuhan Tanjung Batu. Apakah Pak Pj punya rencana dalam waktu lima bulan ini agar lebih optimal?
Memang itu kan harus menjalin kerjasama dengan pihak lain. Kita banyak buat pelabuhan tapi tidak fokus pada satu pelabuhan. Di Pulau Bangka mungkin ada 12 pelabuhan tapi ada yang tumpang tindih karena tidak fokus. Tanjung Batu, kami pikir kalau seandainya banyak kapal yang bersandar dan lihat di Pelabuhan Tanjungpandan sudah mulai sedimentasi, secara perlahan-lahan kita coba koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, operator kapal, dan lain-lain. Tapi itu perlu kerja keras dan tidak sebentar, paling saya hanya mengetahui akar permasalahan dan akan perlu koordinasi lintas sektor. Saya pikir karena itu ada campur tangan pusat, perlu koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.
Yang di depan mata mungkin yang Tanjung Pendam dan food court. Food court ini kan belum operasional.
Kalau bicara ekonomi juga agak goyang, walaupun masih stabil, Belitung masyarakatnya masih bisa makan. Untuk meningkatkan ekonomi, padahal PAD didorong pariwisata. Apakah ada upaya khusus dalam pembangunan PAD?
Kami tadi coba menjelaskan dengan event nasional di sini, yang mau tidak mau pelaksanaan akan diadakan di Pulau Belitung, orang-orang akan berdatangan, tingkat hunian dan konsumsi akan meningkat. Kalau Belitung lebih fokus, di pemda fokus menggarap pariwisata, di Pangkalpinang fokus di timah dan jasa lainnya, tapi Belitung fokus ke pariwisata. Kami pikir program yang ada di kawan-kawan sangat mendukung kepada peningkatan ekonomi melalui sektor pariwisata.
Adakah event internasional yang direncanakan Pak Pj sampai akhir tahun?
Kalau event internasional saya pikir saya tidak bisa mendatangkan, terus terang saja, belum buat proposal, pergi ke luar negeri. Selama lima bulan belum bisa saya pikir, karena perencanaan lebih dari satu tahun. Mungkin yang bisa kami lakukan agar kawan-kawan yang mengusulkan event internasional, kita dorong. Mungkin banyak ide saya, tapi waktu lima bulan tidak mampu mengadakan event internasional. Yang bisa saya lakukan adalah mengoptimalkan event-event internasional yang ada di kawan-kawan OPD. Misalnya kemarin ada kayak internasional, fun run, dan segala macam yang bisa dioptimalkan menjadi program yang sudah ada.
Kita tidak memungkiri Belitung ekonomi masih ada di sektor pertambangan? Bagaimana bapak menata ini?
Kalau kita bicara Belitung masih ada, sebenarnya wilayah laut sudah zero tambang laut. Kalau di darat, tentu harus bekerjasama dengan aparat penegak hukum dan harus mengetahui lahan-lahan yang digunakan untuk penambangan. Tapi yang menjadi fokus kami, kami menitipkan pesan tim kayak dari Wanadri kemarin, minta tolong kalau menemukan penambahan di pesisir pantai, laporkan kepada kami. Karena mereka keliling Pulau Belitung, sehingga kita fokus zero tambang laut. Kalau tambang di darat kadang kucing-kucingan, kita harus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat, sudah ada langkah awal.
| Polres Belitung Selidiki Pembakaran Ponton TI Ilegal di Pantai Ulim Membalong |
|
|---|
| Pengekar Campo Lestarikan Budaya Lewat Keroncong Stambul Fadjar Musik Melayu khas Pulau Mendanau |
|
|---|
| Pegiat Budaya Apresiasi Sosialisasi Irjen Kemenbud di Belitung, Buka Wawasan |
|
|---|
| PT Timah Serahkan 12 Kursi Rapat untuk Pokja Wartawan Belitung Lewat Program CSR |
|
|---|
| Cegah Penyimpangan, Kemenbud Sosialisasikan Pengelolaan Dana Budaya di Belitung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240819-Dialog-Ruang-Kita-Pj-Bupati-Belitung-Mikron-Antariksa.jpg)