Kesehatan dan Gaya Hidup

Cara Menjaga Agar Otak Tetap Sehat, Salah Satunya Jangan Makan Berlebihan

Otak merupakan organ yang kompleks, segala sesuatu yang ada pada tubuh diatur oleh otak.

Tayang:
Editor: Alza
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi kesehatan otak manusia. 

POSBELITUNG.CO - Cara merawat organ tubuh manusia bernama otak.

Karena bagian tubuh ini memiliki fungsi yang sangat vital.

Sehingga perlu dijaga agar tetap baik dan berguna.

Otak merupakan organ yang kompleks, segala sesuatu yang ada pada tubuh diatur oleh otak.

Mengatur cairan, detak jantung, hormon, suhu tubuh, gerakan badan, hingga tekanan darah juga diatur oleh otak.

Otak juga mengatur cara mengingat, emosi, dan juga kesehatan seseorang.

Ada aktivitas sehari-hari yang tanpa disadari dapat menurunkan fungsi kerja otak, bahkan merusak otak.

Mungkin sebagian besar orang pernah mengalami sulit untuk berkonsentrasi, mudah lupa, dan juga kurang bersemangat.

Bisa saja hal di atas merupakan tanda-tanda seseorang kurang memperhatikan kesehatan otak.

Karena kebiasaan sehari-hari dapat mempengaruhi sel-sel otak manusia, baik itu dalam jangka pendek ataupun dalam jangka panjang.

Hal ini perlu diketahui, agar lebih memahami bagaimana cara menjaga agar otak tetap tehat.

Pakar Kesehatan dr Saddam Ismail menjelaskan, agar tidak melakukan hal-hal berikut ini.

Kurang Tidur

Tubuh manusia sangat membutuhkan istirahat, membutuhkan tidur setidaknya tujuh sampai delapan jam per harinya.

Seseorang yang kekurangan waktu tidur, akan mempengaruhi sel-sel pada otak.

Hal ini akan memicu seseorang menjadi gampang lelah, capek, kurang bersemangat, hingga moody-an atau gangguan suasana hati.

Untuk menghindari hal tersebut, maka sel-sel pada otak harus tetap sehat, dengan cara mencukupi waktu beristirahat.

Menutup Kepala Saat Tidur

Siapa yang sering tidur sembari menutup kepala dengan selimut?

Ternyata hal ini sangat tidak dianjurkan.

dr Saddam Ismail mengatakan hal ini dapat membuat tubuh menghirup karbon dioksida lebih banyak.

Otak yang kekurangan oksigen dapat menurunkan fungsi otak.

Mungkin diangap sepele, namun dampaknya sangat berbahaya untuk otak

Kebanyakan Makan

Makan memang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari, agar memperoleh energi untuk beraktivitas.

Namun bukan berarti seseorang harus makan secara berlebihan.

Makan secara berlebihan dapat memicu seseorang mengalami obesitas, di mana kelebihan lemak ini dapat mengganggu pembuluh darah di dalam tubuh, termasuk otak.

Tak jarang beberapa orang kerap merasa terus ingin makan, padahal perutnya sudah kenyang. 

Ini terjadi lantaran adanya gangguan pada otak.

Tidak Sarapan

Sarapan memang kerap kali dianggap sepele bagi sebagian orang, padahal sarapan ini sangat penting.

Seseorang yang sering mengabaikan sarapan, akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh dan juga otak.

Otak akan menjadi sulit untuk berkonsentrasi, tidak fokus, kurang energi, hingga capek dan juga lelah.

Mengabaikan sarapan sama halnya membiarkan tubuh bekerja tanpa dibekali dengan energi.

Selain itu, mengabaikan sarapan dapat memicu gula darah menjadi rendah.

Akibatnya otak menjadi kekuranan nutrisi, dalam jangka panjang otak akan menjadi rusak.

Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Gula yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi dan protein pada tubuh.

Akibatnya yakni perkembangan otak akan terhambat, lantaran kekurangan nutrisi tadi.

Merokok

Merokok tidak hanya buruk untuk paru-paru, namun juga sangat tidak baik bagi otak.

Merokok dapat mengganggu aliran oksigen menuju otak.

Selain itu, asap yang dihasilkan oleh rokok juga dapat membuat tubuh menjadi tidak sehat, lantaran kandungan zat kimia dan racun di dalam rokok.

Hal ini akan mempengaruhi pembuluh darah dan juga pembuluh darah otak.

Merokok juga dapat memicu seseorang mudah terkena penyakit alzheimer, serta dapat mengganggu reproduksi DNA yang benar.

Minum Alkohol

Alkohol dapat merusak organ hati, jantung, pembuluh darah, dan juga otak, lantaran reaksi kimia pada alkohol.

Tak heran seseorang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan membuat otaknya menjadi tidak sehat.

Kurang Kontak Sosial

Otak manusia ternyata akan berfungsi dengan baik saat seseorang sering melakukan interaksi dengan orang lain.

dr Saddam Ismail menjelaskan, seseorang yang kurang kontak sosial cenderung akan mudah mengalami masalah.

Mulai dari adanya perasaan depresi, kesepian, kurang bersemangat, hingga saat beraktivitas lebih sering mengalami lupa.

Contohnya pada anak-anak, kurangnya kontak sosial ini dapat membuat sang anak mengalami masalah psikososial.

Selain itu, jika hal ini terjadi pada orang dewasa, maka bukan tidak mungkin akan membuat orang tersebut melakukan hal-hal negatif, seperti penggunaan obat-obatan terlarang.

(Posbelitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved