Berita Pangkalpinang

Kenali 6 Risiko Kesehatan yang Bisa Ditimbulkan Akibat Mengonsumsi Minuman Manis Secara Berlebihan

Kenali 6 risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan akibat mengonsumsi minuman manis secara berlebih.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: Novita
bali.tribunnews.com
Ilustrasi minuman dan makanan manis 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kenali 6 risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan akibat mengonsumsi minuman manis secara berlebih.

Minuman manis bisa membikin ketagihan. 

Minuman manis disukai berbagai kalangan, tak terkecuali anak-anak.

Namun konsumsi berlebihan akan berisiko bagi kesehatan.

Dokter Umum Sun Clinic sekaligus Kepala Puskesmas Petaling, dr Nanky Probo Ayu PS menjelaskan sangat penting bagi anak-anak, remaja, juga dewasa, untuk menjaga pola makan atau pun konsumsi gula.

Berdasarkan American Heart Association merekomendasikan batasan konsumsi gula tambahan ini batas konsumsi gula anak usia 2-18 tahun, maksimal 25 gram (sekitar 6 sendok teh) gula tambahan per hari untuk anak-anak perempuan. 

Sedangkan untuk anak-anak laki-laki maksimal 25 gram (sekitar 6 sendok teh) gula per hari.

"Kebutuhan individu dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti tingkat aktivitas fisik, metabolisme, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk rekomendasi yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan anak," ungkap dr Nanky, Kamis (5/9/2024).

Untuk melindungi kesehatan anak-anak, dia menyarankan agar orang tua mengawasi konsumsi minuman manis.

Orangtua bisa menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat, seperti air putih, susu rendah lemak, atau jus buah tanpa tambahan gula.

Selain itu, pendidikan mengenai pola makan sehat dan kebiasaan hidup aktif juga sangat penting dalam menjaga kesehatan anak-anak.

Berikut ini beberapa risiko kesehatan utama terkait konsumsi minuman manis:

1. Kenaikan Risiko Obesitas

Minuman manis mengandung kalori tinggi tanpa memberikan rasa kenyang yang lama, yang dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan dan obesitas. Obesitas pada anak-anak dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

2. Masalah Gigi

Gula dalam minuman manis dapat menyebabkan pembentukan plak gigi dan karies gigi. Bakteri di mulut mengubah gula menjadi asam, yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan kerusakan gigi.

3. Diabetes Tipe 2

Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah, yang dapat berakibat serius bagi kesehatan jangka panjang.

4. Gangguan Pencernaan

Minuman manis, terutama yang mengandung fruktosa tinggi, dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan gangguan pencernaan lainnya. Konsumsi berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan hati.

5. Masalah Kesehatan Jantung

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. 

6. Penyakit Ginjal

Asupan gula yang tinggi dapat berkontribusi pada risiko penyakit ginjal. Gula berlebih dapat memengaruhi fungsi ginjal, terutama jika dikombinasikan dengan diet yang tinggi garam dan rendah nutrisi.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved