Kesehatan dan Gaya Hidup

Cara Deteksi Dini Gula Darah Tinggi, Waspada Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit diabetes disebabkan banyaknya kadar gula di dalam darah (glukosa darah tinggi).

Tayang:
Editor: Alza
Grid.id
Cara mengenali diabetes sejak dini. 

POSBELITUNG.CO -- Cara deteksi seseorang mengalami gula darah tinggi.

Deteksi dini gula darah tinggi sangat penting, untuk  menghindari penyakit kencing manis.

Penyakit ini menyerang tanpa gejala yang jelas sehingga tanpa sadar mengalami berbagai penyakit.

Terutama diabetes melitus atau kencing manis.

Penyakit diabetes disebabkan banyaknya kadar gula di dalam darah (glukosa darah tinggi).

Penderita diabetes, yang gula darah tinggi atau melebihi batas normal sering kali disebut dengan hiperglikemia.

Kondisi ini dapat dikatakan umum bagi penderita diabetes.

Orang-orang yang nampak fit, sehat, dan bugar bisa saja mengalami kadar gula darah yang tinggi, atau hiperglikemia.

Karena gula darah tinggi dapat terjadi tanpa adanya gejala dan keluhan yang jelas.

Sehingga banyak orang yang tidak sadar akan hal tersebut.

Jika dibiarkan, tentu kondisi ini akan sangat berbahaya, yang akhirnya dapat menimbulkan komplikasi.

Pakar Kesehatan dr Saddam Ismail menjelaskan cara deteksi dini gula darah tinggi.

Merasa Kelelahan

Seseorang yang mengalami gula darah tinggi akan merasakan kelelahan.

Kondisi ini lantaran tubuh merasa kekurangan energi, padahal sebenarnya tidak.

Ketika kadar gula darah seseorang tinggi, itu artinya tubuh memiliki kebutuhan energi yang cukup.

Karena terganggunya hormon insulin, akhirnya menyebabkan gula darah tidak bisa masuk ke sel dengan baik.

Hal ini yang menyebabkan tubuh seseorang seolah-olah kekurangan energi, hingga kerap kali merasa kelelahan.

Energi di dalam tubuh yang tidak dikeluarkan, akan membuat kadar gula darah di dalam tubuh semakin menumpuk.

Jika Anda merasa kebutuhan makan Anda normal, namun kerap kali merasa lelah, Anda harus mulai berhati-hati.

Selalu Lapar tapi Berat Badan Malah Turun

Gejala seseorang mengalami gula darah tinggi yakni gampang lapar namun tak kunjung kenyang.

Ini terjadi karena gula darah di dalam tubuh seharusnya masuk ke sel dan jaringan sebagai sumber energi.

Namun karena kadar gula darah yang tinggi, hal ini tidak dapat dilakukan.

Akhirnya sel dan jaringan tidak mendapatkan asupan energi.

Kondisi ini akan membuat otak mendapatkan sinyal bahwa tubuh kekurangan energi, sehingga memicu seseorang untuk terus makan lantaran merasa lapar.

Padahal gula darah sudah menumpuk di dalam tubuh, hanya saja tidak dapat masuk ke sel dan jaringan sebagai sumber energi.

Sementara berat badan yang kian turun terjadi akibat sel dan jaringan yang tidak mendapatkan asupan gula darah.

Akhirnya memaksanya mengambil di cadangan lemak dan otot, hal ini yang menyebabkan seseorang banyak makan namun malah kekurangan berat badan.

Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil

Haus adalah kondisi yang wajar terjadi.

Namun jika Anda sudah merasa cukup dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda, namun rasa haus tak kunjung hilang, Anda harus mulai waspada.

dr Saddam Ismail menuturkan, ini bisa jadi pertanda bahwa Anda mengalami gula darah tinggi.

Ketika kadar gula darah tinggi, respon tubuh dan otak akan menciptakan rasa haus, agar dapat membuang kelebihan gula darah di dalam tubuh, bersama dengan urin.

Oleh karenanya seseorang akan gampang haus dan banyak minum, namun tak kunjung merasa puas.

Gejala buang air kecil ini kerap kali muncul di malam hari.

Mulut Kering

Tingginya gula darah dapat mempengaruhi kelenjar liur.

Sehingga area mulut akan menjadi kering, bau, bibir pecah-pecah, dan tenggorokan kering.

Selain itu, beberapa orang juga akan mengalami masalah gusi, misalkan bengkak.

Penglihatan Kabur

Gejala gula darah tinggi dapat membuat beberapa orang mengalami masalah pada penglihatannya.

Ini terjadi karena saraf dan jaringan di mata harusnya mendapatkan asupan yang tepat, namun tidak.

Sehingga memicu penglihatan orang yang mengalami gula darah tinggi menjadi kabur.

Menurut Kementerian Kesehatan, gula darah normal pada kondisi biasa atau sewaktu ada di bawah 200 mg/dL.

Sementara gula darah normal saat puasa berada di bawah 126 mg/dL.

Artinya, jika gula darah Anda melebihi angka di atas, berarti Anda mengalami kondisi gula darah tinggi, atau hiperglikemia.

Pada dasarnya, kadar gula darah sifatnya fluktuatif, yakni naik-turun.

Bisa saja seseorang yang melakukan pengecekan gula darah di pagi hari akan berbeda ketika ia melakukan pengecekan gula darah di siang atau sore hari.

dr Saddam Ismail mengatakan hal ini adalah wajar, jika perubahan atau kenaikannya tidak drastis atau melebihi batas normal.

(Posbelitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved