Bocah Tenggalm di Kolong Paritpekir
Tragedi Kolong: Kronologis Tenggelamnya Dua Bocah di Bangka
Muhammad Irfan ditemukan dalam keadaan lemas, berpegangan pada rumput di pinggir kolong, sambil menangis kebingungan.
Penulis: Deddy Marjaya | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO, BANGKA— Jumat sore, suasana Kampung Baru Lingkungan Parit Pekir mendadak mencekam. Dua bocah berusia empat tahun, Muhammad Samili dan Muhammad Irfan, pergi bermain di kolong bekas tambang timah. Keceriaan mereka berakhir dengan tragedi yang mengguncang seluruh warga.
Kepolisian Sektor Bangka berhasil mengungkap kronologis kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan dari saksi dan orangtua korban, saat ditemukan, posisi keduanya berbeda.
Muhammad Irfan ditemukan dalam keadaan lemas, berpegangan pada rumput di pinggir kolong, sambil menangis kebingungan.
Sementara itu, Muhammad Samili terendam di dalam air dengan kedalaman sekitar satu meter.
AKP Era Anggraini, Kasi Humas Polres Bangka, menjelaskan, "Kami telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi yang pertama menemukan kedua korban."
Tragedi ini dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Mat Ali, ayah dari Muhammad Samili, melihat kedua bocah itu bermain di depan rumah.
Tanpa merasa khawatir, ia kembali masuk ke dalam rumah.
Namun, 15 menit kemudian, saat mengecek, Mat Ali tak lagi melihat kedua anak tersebut di halaman.
Bersama istrinya, ia mencari di sekitar rumah, tetapi hasilnya nihil.
Tami, ibu dari Muhammad Irfan, segera menghubungi suaminya, Hendra, yang saat itu sedang bekerja.
Hendra pun bergegas pulang dan memulai pencarian hingga ke kolong, yang terletak sekitar 200 meter dari rumah mereka.
Ketika tiba di lokasi, suara tangisan mengarahkannya kepada dua bocah yang terpisah oleh nasib.
"Mendekat, saya melihat Muhammad Irfan berpegangan pada rumput dengan tubuh lemas, sedangkan Muhammad Samili terjatuh ke dalam air," ungkap Hendra, yang tak bisa menyembunyikan rasa paniknya.
Bersama warga lainnya, mereka segera mengangkat kedua bocah itu dan membawanya ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat.
Sayangnya, sekitar pukul 17.00 WIB, pihak medis menyatakan Muhammad Samili telah meninggal dunia, sedangkan Muhammad Irfan masih dalam perawatan intensif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Korban-Samli-bocah-yang-tewas-di-Kolong-Kampung-Baru-Lingkungan-Parit-Pekir.jpg)