Berita Bangka Belitung

BPBD Pangkalpinang Ingatkan Cuaca Ekstrem Masa Pancaroba di Babel, Hindari Lokasi Ini

BPBD Kota Pangkalpinang mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba di Bangka Belitung.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Kamri
IST/Dokumentasi Pribadi Marham
Kondisi rumah warga Desa Pulau Gersik, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rusak akibat diterjang angin puting beliung pada Minggu (29/9/2024) lalu. 

POSBELITUNG.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba di wilayah Bangka Belitung.

BPBD pun mengingatkan pentingnya untuk menghindari lokasi-lokasi atau tempat yang berpotensi berbahaya.

Ketika terjadi cuaca ekstrem diimbau agar menghindari berada di lokasi seperti di bawah pohon besar atau dekat bangunan tua yang rawan ambruk.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi sekitar dan tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi," kata Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, Rabu 92/10/2024).

Ia menjelaskan BPBD juga terus memantau dan menyiapkan tim siaga untuk merespons kejadian darurat.

Dedi menjelaskan pergantian cuaca yang tidak menentu bisa menimbulkan berbagai bencana, termasuk angin kencang atau angin puting beliung, serta pohon tumbang.

Fenomena cuaca yang tidak stabil seperti angin kencang dapat membahayakan aktivitas warga, baik di dalam maupun luar ruangan.

Ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan menghindari tempat berisiko, seperti di bawah pohon besar atau bangunan yang rentan roboh.

"Kondisi cuaca saat ini bisa berubah drastis, kami minta masyarakat untuk selalu waspada.

Hindari berada di tempat-tempat yang berpotensi berbahaya saat terjadi angin kencang," kata Dedi.

Baca juga: 2 Jenis Ikan di Pangkalpinang Babel Naik Harga, Cuaca Ikut Mempengaruhi

Menurut Dedi, BPBD Pangkalpinang telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk kesiapan personel dan peralatan guna menghadapi potensi bencana saat cuaca ekstrem.

"Kami siap siaga untuk mengatasi kemungkinan bencana.

Kami minta masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat memicu terjadinya bencana angin kencang atau hujan deras mendadak.

"Kondisi cuaca saat ini sering berubah-ubah.

Kita masih dalam masa transisi antara musim kemarau dan hujan, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas," jelasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved