Berita Bangka Belitung
Bangka Belitung Jadi Provinsi dengan Inflasi Terendah se-Indonesia Selama 5 Bulan Sejak Mei 2024
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar 0,02 persen (month to month) pada September 2024.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami deflasi sebesar 0,02 persen (month to month) pada September 2024.
Angka tersebut lebih rendah lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi 0,23 persen (mtm).
BPS juga mencatat bahwa inflasi tahunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada September 2024 turun signifikan menjadi 0,49 persen (year on year).
Kondisi tersebut, menjadikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi dengan inflasi terendah se-Indonesia selama lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi kuat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
"Tingkat inflasi yang terkendali ini merupakan bukti nyata dari konsistensi kebijakan moneter dan penguatan sinergi dalam pengendalian inflasi, terutama melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)," kata Rommy kepada awak media, Kamis (3/10/2024).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan di daerah, dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui kerangka kebijakan pengendalian inflasi 4K.
Yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Upaya ini berhasil menjaga harga komoditas pokok, terutama di sektor pangan, yang berkontribusi besar terhadap penurunan inflasi.
Selama September 2024, Bank Indonesia bersama TPID melakukan sejumlah langkah strategis untuk merespons potensi risiko inflasi.
Antara lain, sidak pasar dan pemantauan stok pangan di tujuh Kabupaten atau Kota di Bangka Belitung, operasi pasar murah, serta pemantauan harga dan pasokan secara intensif.
"Gerakan Ketapang Bergema (Ketahanan Pangan Bergerak Bersama), yang diluncurkan oleh Penjabat Gubernur Bangka Belitung pada Hari Tani Nasional 2024, turut memperkuat ketahanan pangan lokal dengan meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah," tuturnya.
Tak hanya fokus pada produksi pangan, Bank Indonesia juga memperluas Program Kelurahan atau Desa Tanggap Inflasi di empat lokasi.
Yakni Kelurahan Parit Lalang (Kota Pangkalpinang), Desa Mempaya (Kabupaten Belitung Timur), Desa Air Membau (Kabupaten Belitung), dan Kelurahan Sungai Daeng (Kabupaten Bangka Barat).
Program ini memberdayakan masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kestabilan harga melalui kemandirian pangan.
Badan Pusat Statistik (BPS)
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Bank Indonesia (BI)
Rommy S Tamawiwy
inflasi
deflasi
Posbelitung.co
Universitas Bangka Belitung dan Bank Sumsel Babel Launching Kelas Kemitraan |
![]() |
---|
Bank Sumsel Babel Salurkan Bantuan Mobil Jenazah, CSR ke Pemprov Bangka Belitung |
![]() |
---|
6 Nelayan Pancing Terjebak di Laut Bangka Belitung, Kapal Mendadak Mati Mesin |
![]() |
---|
Oknum Wartawan Online di Bangka Barat Jadi Tersangka Dugaan Kasus Pemerasan Kepala DLH |
![]() |
---|
Devita dan Mira Atlet Catur Tunarungu Bangka Belitung Sabet 6 Medali SEA Deaf Games 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.