Berita Belitung Timur
Sosok Mustaghfiri Asror Asal Belitung Timur Pemberi Ide Terbaik di GoTo Impact Open Ideas Challenge
Sosok Mustaghfiri Asror pemuda asal Belitung Timur meraih penghargaan Pemberi Ide Terbaik dalam GoTo Impact Open Ideas Challenge.
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sosok Mustaghfiri Asror pemuda asal Belitung Timur meraih penghargaan Pemberi Ide Terbaik dalam GoTo Impact Open Ideas Challenge, ide tentang ekonomi pascatambang mencuri perhatian dewan juri.
Mustaghfiri Asror, pemuda inspiratif asal Kecamattan Dendang, Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali mengharumkan nama Belitung Timur dengan memenangkan penghargaan dalam kompetisi bergengsi Open Ideas Challenge 2024 kategori advance, yang diadakan oleh GoTo Impact.
Prestasi ini tidak datang dengan mudah, mengingat Asror harus bersaing dengan 122 ide inovatif lainnya di kategori tersebut, di mana total ada lebih dari 3.222 ide yang dikirimkan dari seluruh penjuru Indonesia.
Namun, ide Asror tentang ekonomi pascatambang berhasil mencuri perhatian dewan juri, dengan potensinya yang besar dalam memecahkan masalah lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
Ide Asror yang memanfaatkan kulong atau lubang bekas tambang sebagai lahan produktif bukanlah sekadar konsep, melainkan solusi nyata bagi masalah lingkungan yang dihadapi Belitung Timur dan Pulau Belitung secara umum.
Kolong-kolong ini, yang dulunya dianggap sebagai ancaman bagi kesejahteraan lingkungan dan kesehatan masyarakat, kini bertransformasi menjadi lahan pertanian yang mampu memberikan manfaat bagi penduduk setempat.
"Ide ini tidak hanya berfokus pada restorasi lahan, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan ekonomi berkelanjutan, yang berdampak langsung pada penghasilan masyarakat," kata Asror kepada Posbelitung.co, Senin (14/10/2024).
Dengan ide inovatif ini, Asror berupaya memperbaiki kualitas air dan tanah yang rusak akibat aktivitas tambang.
Salah satu hasil yang paling nyata dari implementasi idenya adalah produksi tujuh ton gabah per hektar di lahan produktif yang dikelolanya.
Ini menunjukkan bahwa lahan bekas tambang dapat diubah menjadi lahan subur dengan produktivitas tinggi, suatu pencapaian yang signifikan untuk daerah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam sektor pertanian.
Selain dampak lingkungan, inovasi Asror ini juga menawarkan solusi ekonomi berkelanjutan yang langsung dirasakan oleh masyarakat di sekitar lahan bekas tambang.
Dengan lahan produktif yang mampu menghasilkan hingga 7 ton gabah per hektar, masyarakat yang dulunya kesulitan memanfaatkan lahan, kini bisa mendapatkan penghasilan tambahan hingga Rp6,2 juta per hektare.
"Hal ini menjadi sumber ekonomi baru yang sangat penting, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya terkendala oleh keterbatasan lahan subur," kata Asror yang juga jadi juara I Lomba Inovasi Tepat Guna kategori Umum tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024.
Inovasi ini menjadi terobosan yang membuka peluang ekonomi baru bagi warga Belitung Timur.
Dengan transformasi lahan bekas tambang menjadi area pertanian dan pembudidayaan produktif, Asror tidak hanya menciptakan solusi ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan mereka.
Keberhasilan Asror dalam kompetisi ini tidaklah mengejutkan, mengingat kiprah sosialnya yang sudah dikenal luas di masyarakat.
Ia merupakan pendiri Komunitas Selatan Puake, sebuah organisasi yang berfokus pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Melalui komunitas ini, Asror dan anggotanya secara aktif terlibat dalam berbagai program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
Selain aktif di bidang sosial, Asror juga merupakan Ketua Pokdakkan Aik Apau, sebuah kelompok yang fokus pada pembudidayaan ikan dan tanaman sayur.
Kelompok ini tidak hanya menjadi sarana bagi masyarakat untuk belajar tentang budidaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi tambahan bagi para anggotanya.
"Kami terus mendorong masyarakat untuk mandiri secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi alam dan sumber daya lokal yang ada," kata Asror.
Kerusakan lingkungan yang terjadi akibat penambangan timah di Belitung Timur telah menjadi masalah serius yang dihadapi oleh daerah ini.
Kolong-kolong bekas tambang yang tersebar luas di berbagai wilayah, meninggalkan jejak kerusakan tanah dan air yang berdampak negatif pada ekosistem setempat.
Namun, melalui ide inovatif Asror, ada harapan baru bagi proses pemulihan lingkungan di daerah ini.
Kemenangan Asror di Open Ideas Challenge ini membawa inspirasi bagi generasi muda, terutama di daerah-daerah yang terdampak oleh masalah lingkungan akibat aktivitas industri.
Melalui inovasi yang memadukan aspek lingkungan dan ekonomi, Asror menunjukkan bahwa pemuda bisa menjadi agen perubahan dengan ide-ide yang kreatif dan solutif.
Ide Asror membuktikan bahwa dengan tekad dan dedikasi, tantangan sebesar apapun dapat diubah menjadi peluang.
"Semoga ke depannya, semakin banyak pemuda yang terpanggil untuk berkontribusi dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh komunitas mereka dengan cara yang berkelanjutan dan penuh inovasi," tuturnya.
(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)
| Jajaki Investasi di KIAK, Bupati Afa Sebut Potensi Serap 12 Ribu Tenaga Kerja Lokal |
|
|---|
| Kembangkan Kawasan Industri Aik Kelik, Investor Tiongkok Siap Bangun PLTU dan Pabrik Stainless |
|
|---|
| Group Smone4U Band Pelajar SMAN 1 Manggar yang Bakal jadi Pembuka Konser Slank di Tanjung Pendam |
|
|---|
| Saka Anti Narkoba Beltim Resmi Dilantik, BNNK Belitung Fokus Bentengi Karakter Pelajar Sejak Dini |
|
|---|
| Keuangan Daerah Lagi Sulit, Pemkab Beltim Pangkas Dana Hibah KONI untuk Porprov jadi Rp1,5 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241014-Mustaghfiri-Asror-pemuda-Belitung-Timur.jpg)