Berita Belitung Timur

Kisah Ranny Aprilla Usaha Nail Art Look Menginspirasi Pemuda Beltim di Hari Sumpah Pemuda

Kisah Ranny Aprilla mengukir usaha bail art look menginspirasi pemuda Beltim di Hari Sumpah Pemuda.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Pembagian hadiah di Hari Sumpah Pemuda di Kantor Bupati Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (28/10/2024). 

POSBELITUNG.CO - Kisah Ranny Aprilla mengukir usaha bail art look menginspirasi pemuda Belitung Timur (Beltim) di Hari Sumpah Pemuda

Di tengah deretan peserta yang berbakat dan berambisi, nama Ranny Aprilla mencuat sebagai yang terbaik dalam Lomba Wirausaha Muda Pemula Berprestasi tingkat Kabupaten Belitung Timur yang digelar Dispora Kabupaten Belitung Timur.

Ranny Aprilla adalah pemilik usaha Nail Art Look yang dia rintis dengan penuh dedikasi.

Tepat pada Hari Sumpah Pemuda ke-96, Ranny menerima penghargaan ini dengan penuh haru, sebuah hadiah atas kerja keras dan impiannya.

Ranny terlihat anggun namun tegar saat namanya disebut sebagai pemenang utama.

Dalam balutan busana sederhana, dia tersenyum saat menerima piala dan piagam yang diserahkan di Kantor Bupati Beltim seusai upacara peringatan Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2024). 

Matanya berbinar, bukan hanya karena kebanggaan, tetapi juga rasa syukur dan antusiasme yang mendalam untuk terus maju.

"Saya merasa sangat senang dan bangga atas pencapaian ini. Terima kasih kepada Dispora Beltim dan para dewan juri yang sudah mempercayai saya.

Saya berharap ini bisa menjadi motivasi bagi saya pribadi dan juga pemuda lain di Beltim," kata Ranny.

Baca juga: 4 Kesebelasan di Pulau Belitung Berlaga di Suratin U-17 2024 Bangka Belitung

Memulai usaha nail art mungkin bukan jalan yang mudah, namun bagi Ranny, seni menghias kuku adalah cara untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menjalani hobi yang ia cintai.

Usaha yang kini semakin dikenal di kalangan masyarakat Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu telah dia jalani selama beberapa tahun terakhir. 

"Dulu, saya memulai dari nol, belajar teknik dan tren nail art sambil mengembangkan bisnis ini sedikit demi sedikit," kenangnya.

Melalui usahanya ini, Ranny tidak hanya menawarkan pelayanan nail art, tetapi juga suasana yang hangat dan ramah kepada setiap pelanggannya.

Dia percaya bahwa setiap seni pada kuku adalah cerita kecil yang bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain.

Bagi Ranny, menjadi wirausahawan muda di daerah kecil seperti Beltim bukanlah sekadar mencari keuntungan pribadi, melainkan juga menciptakan perubahan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. 

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved