Pos Belitung Hari Ini
Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa Sepakat Geopark Reborn
Di kesempatan itu, Mikron mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menghadapi tantangan pengembangan Geopark Belitong yang saat ini belum optimal.
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Masalah pelik dihadapi untuk mempertahankan status Geopark Belitung. Namun para pengelola geosite bersepakat, untuk melahirkan kembali Geopark.
Demikian hasil pertemuan yang digelar di kediaman dinas Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa.
Di kesempatan itu, Mikron mengajak semua pihak untuk bersatu dalam menghadapi tantangan pengembangan Geopark Belitong yang saat ini belum optimal.
Usai pertemuan dengan pengelola geosite, Mikron menggarisbawahi pentingnya langkah-langkah konkret untuk menjawab rekomendasi yang dikeluarkan oleh sidang konsil UNESCO.
Sebelumnya, tak hanya pengelola geosite, Mikron juga telah bertemu dengan Forkopimda, pelaku wisata, BUMN, dan pihak terkait untuk membahas terkait geopark.
Geopark Belitong baru saja menerima ‘kartu kuning' dari konsil asesor, yang menunjukkan perlunya perbaikan signifikan dalam beberapa aspek.
Mikron menyoroti berbagai masalah yang dihadapi, seperti kurangnya promosi, infrastruktur yang belum memadai, dan pengelolaan geosite yang belum berjalan maksimal.
Untuk merespons tantangan ini, ia menggagas gerakan ‘Geopark Reborn', bertujuan untuk mengembalikan semangat awal para pengelola geosite, serta berbagai pihak terkait.
"Kami membuat gerakan Geopark Reborn, kembali ke semangat awal, bagaimana kita diawal bersemangat menjadikan Belitung dan Belitung Timur menjadi UNESCO Global Geopark. Semangatnya luar biasa dan ini kita kembalikan semangatnya," ujarnya, Rabu (30/10/2024).
Dalam upaya menjaga kekayaan alam Geopark, Mikron mengajak masyarakat untuk berperan aktif.
Salah satunya adalah mengumpulkan batu satam yang berasal dari masyarakat agar tidak diperjualbelikan.
Di Geopark Information Center, mereka mulai menerima batu-batu tersebut untuk dikelola lebih baik.
"Kami juga sedang mengupayakan regulasi terkait batu satam melalui inisiatif DPRD Belitung," imbuhnya.
Mikron menambahkan, pengelolaan tukik juga menjadi perhatian serius. Kolaborasi dengan Forkopimda, dalam hal ini Danlanud HAS Hanandjoeddin untuk mengawasi penangkaran tukik telah dimulai, dan BUMN akan terlibat dalam pembinaan bagi tempat penangkaran.
Saat ini, SOP untuk pengelolaan tukik sedang dirumuskan, yang nantinya akan disosialisasikan kepada pelaku pariwisata seperti travel dan hotel.
"Ini penting agar pelepasliaran tukik dapat dilakukan dengan baik sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Dalam hal pengelolaan geopark, Mikron mengusulkan restrukturisasi Badan Pengelola Geopark dan pembentukan Pokja di setiap kabupaten.
Usulan ini telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, lantaran Geopark Belitong menaungi lintas kabupaten.
"Kami berharap saat sidang di Paris pada Desember 2024, kita sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan," ujarnya.
Mikron percaya bahwa dengan potensi luar biasa yang dimiliki Geopark Belitong, dan dengan dukungan serta kolaborasi dari semua pihak, cita-cita untuk menjadikan Belitung sebagai destinasi wisata berstandar global dapat terwujud.
"Meskipun tidak mudah, semangat kebersamaan adalah kunci untuk mengubah cara pandang masyarakat dari tambang ke wisata," tuturnya.
Sejumlah Tantangan
Pengelola geosite di Geopark Belitong kini menghadapi sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan destinasi wisata ini.
Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Pj Bupati Belitung, Mikron Antariksa, Rabu (30/10/2024) berbagai isu, termasuk infrastruktur jalan yang kurang memadai, minimnya penerangan, dan kompleksitas legalitas lahan menjadi sorotan.
Setelah menerima "kartu kuning" dari konsil asesor UNESCO Global Geopark, Geopark Belitong membutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengatasi kendala ini, sehingga tetap dapat menarik wisatawan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Pengelola Geosite Gunung Kubing, Diardi, menyoroti tantangan infrastruktur yang menghambat aksesibilitas.
"Kondisi kami sekarang tantangan infrastruktur yang kurang seperti jalan yang membuat kami kewalahan karena jalan menanjak, baru-baru ini ada kegiatan famtrip, mobil pengunjung kesulitan naik," katanya.
Selain tantang infrastruktur jalan, ia menambahkan bahwa masalah penerangan dan sinyal komunikasi yang sulit diakses semakin memperburuk situasi.
Untuk mendukung kegiatan wisata di objek tersebut, ia meminta perhatian lebih terhadap pengembangan fasilitas umum, termasuk toilet, gapura, galeri, dan pusat informasi.
"Yang kami harapkan sinergitas dengan semua sektor, jangan bergerak masing-masing, sehingga kerja bareng agar nyambung," imbuhnya.
Sementara itu, Subino, Ketua Pokdarwis Beauty Beginde dan pengelola Geosite Batu Baginda, menyampaikan kekhawatiran terkait kepemilikan lahan.
Ia menuturkan bahwa sejak 1998-1999, masyarakat telah menjual lahan tersebut kepada pengembang, dan sampai sekarang pemiliknya tidak diketahui.
Koordinasi dengan pemerintah desa pun belum memberikan solusi yang diharapkan.
"Karena lahan sekitar Batu Baginda bukan lagi milik pemerintah desa dan masyarakat setempat, tapi milik orang asing," jelasnya.
"Kami ingin berkembang, kami berharap ada dukung terutama soal lahan agar ada kejelasan biar kami nyaman mengelola," harap Subino.
Sejak menjadi geosite pada tahun 2019, Batu Baginda dikelola oleh komunitas yang terdiri dari sekitar 32 anggota, meski hanya sebagian yang aktif.
Subino berharap dukungan dari semua pihak agar pengelolaan geosite dapat lebih optimal di masa depan.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang bagi pengelola geosite untuk berbagi tantangan, tetapi juga untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengembalikan geliat Geopark Belitong.
Dengan sinergi yang kuat, harapannya adalah Geopark Belitong dapat kembali menjadi primadona pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. (del)
Pos Belitung Hari Ini
Geopark Belitong
UNESCO Global Geopark
Pj Bupati Belitung
Mikron Antariksa
Batu Beginde
Posbelitung.co
Geopark Reborn
| Kondisi Korban Perundungan di Pesantren Bangka Membaik, Hasil CT Scan Ditemukan Luka pada Limpa |
|
|---|
| Santri Ponpes di Bangka Dianiaya Senior hingga Alami Sesak Nafas Baru Dibawa ke Rumah Sakit |
|
|---|
| Kades Jada Bahrin Menyerah, Tak Sunggup Tertibkan 500 Tambang Ilegal Pilih Mundur dari Jabatan |
|
|---|
| Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Menumbing 2026, Personel Diminta Sigap Amankan Mudik |
|
|---|
| Stok BBM dan LPG di Bangka Belitung hingga Lebaran Aman, Masyarakat Diminta Jangan Panik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20241031-Pos-Belitung-Hari-Ini-edisi-Kamis-31-Oktober-2024.jpg)