Berita Bangka Belitung

Titik Rawan Banjir di Pangkalpinang Dipantau 24 Jam, BPBD Siagakan 3 Regu

Titik rawan banjir di kawasan Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipantau selama 24 jam.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Kamri
Bangkapos.com/deddy marjaya
Ilustrasi banjir di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

POSBELITUNG.CO - Titik rawan banjir di kawasan Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipantau selama 24 jam.

Bahkan BPBD Kota Pangkalpinang mengerahkan tiga regu untuk mengamankan dan memantau titik-titik rawan banjir tersebut.

BPBD Kota Pangkalpinang mengambil langkah preventif dengan mengamankan dan memantau titik-titik rawan banjir di wilayah Pangkalpinang selama 24 jam.

Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, menyebutkan bahwa pihaknya telah mengerahkan tiga regu yang terdiri dari 25 hingga 30 orang dalam setiap regu.

Setiap regu dijadwalkan berjaga dalam dua shift, yaitu dari pukul 7.30 pagi hingga 19.30 malam, dan shift malam dari 19.30 malam hingga 7.30 pagi.

"Kami terus melakukan pemantauan selama 24 jam di titik-titik rawan di Kota Pangkalpinang," kata Dedi, Minggu (10/11/2024).

Saat ini terdapat beberapa wilayah yang berpotensi tinggi mengalami banjir di Pangkalpinang.

Terutama dengan curah hujan yang intens serta pasang air laut tertinggi yang diperkirakan terjadi pada bulan Desember. 

BPBD telah memfokuskan pengawasan khusus pada daerah pesisir seperti:

  • Opas Indah
  • Ketapang
  • Rejo Sari
  • Kampung Sebrang
  • Jalan Trem
  • Pasir Putih
  • Pasir Padi
  • Temberan.

Beberapa kawasan cekungan di wilayah Pangkalpinang, seperti Gedung Nasional, Jalan Balai, Batin Tikal, Bukit Sari, Kampung Bintang, dan Kampung Keramat juga mendapat perhatian khusus karena letaknya di sepanjang aliran sungai.

"Kawasan ini termasuk dalam aliran sungai dan tetap menjadi fokus pemantauan kami setiap hari.

BPBD siap siaga untuk memonitor dan mengambil langkah antisipasi di wilayah yang berpotensi terjadinya bencana," ujar Dedi.

Baca juga: Nek Santinja Sepekan Hilang di Pondok Kebun Air Banten Bangka Selatan, Tim SAR Kerahkan Drone

Meski potensi angin puting beliung sudah menurun, Dedi memperingatkan bahwa ancaman angin kencang masih mungkin terjadi, mengingat curah hujan yang disertai angin kencang. 

"Beberapa hari terakhir, belasan pohon tumbang akibat angin kencang, dan ini menjadi perhatian kami," ujarnya.

Dedi juga menegaskan bahwa BPBD memiliki kewenangan untuk melakukan evakuasi terhadap pohon tumbang yang mengganggu aktivitas dan lalu lintas. 

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved