Berita Belitung

Terobosan Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa Demi Kemajuan Daerah, Mengurai Sekat Satukan Potensi

Penjabat (Pj) Bupati Belitung, Mikron Antariksa mengambil langkah-langkah praktis dalam menghadapi berbagai tantangan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa saat berbincang dengan host Dialog Ruang Kita, Disa Aryandi, pada Senin (11/11/2024) malam.. 

POSBELITUNG.CO — Tiga bulan sejak menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Belitung, Mikron Antariksa mengambil langkah-langkah praktis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Mulai dari pengelolaan pelayanan publik hingga pemberdayaan sektor pariwisata.

Salah satu terobosannya adalah mengaktifkan Mall Pelayanan Publik yang selama ini tertunda akibat kendala anggaran, dengan meminta dukungan instansi terkait untuk membawa perlengkapan operasional secara mandiri.

Selain itu, Mikron mendorong komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan, seperti Forkopimda, guna memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Terutama melalui KEK Tanjung Kelayang dan Geopark Belitong. Dengan pendekatan “cepat dan berani,” ia menginisiasi adanya ruang VIP di bandara serta berinisiatif mengadakan lebih sering turnamen mancing untuk menggairahkan sektor pariwisata.

Hal ini memperlihatkan komitmennya dalam mendorong Belitung ke arah kemajuan.

Lalu bagaimana cerita Mikron Antariksa atas pengalamannya tiga bulan memimpin Belitung?

Adakah kisah menarik selama perjalanannya?

Simak kutipan wawancara eksklusif Pos Belitung berikut ini. 

Mall Pelayanan Publik yang sempat mandek akhirnya kini sudah beroperasi dan diresmikan baru-baru ini. Bagaimana ceritanya? 

Saya tanya kepada Kepala PTSP, mereka mengatakan merencanakan sudah lima tahun, harus melengkapi ini itu dan segala macam. Sekarang pun tidak bisa memulai karena anggaran untuk sekat-sekat belum lengkap dan belum ada di APBD perubahan. Saya bilang kenapa kerja harus menunggu anggaran, sedangkan tempat sudah ada. Makanya saya langsung punya ide untuk bersurat ke seluruh OPD dan instansi vertikal agar membawa meja, komputer, dan lain-lain ke situ. Tanpa anggaran APBD kan, jalan dulu.

Saya hanya berpikir, antara telor dan ayam mana duluan, bagi saya ayam duluan karena itu adalah kehidupannya. Antara anggaran dan kegiatan, saya bilang kegiatan dulu nanti anggaran akan mengikuti. Sehingga pada saat surat itu beredar di OPD dan instansi vertikal ada 16 OPD dan instansi vertikal yang siap untuk membawa meja, orangnya, dan komputer ke situ. Ada sekitar 1.400 jenis pelayanan di situ.

Kan saya pikir kalau seandainya hanya menunggu anggaran, saya pikir tidak akan terjadi seperti itu. Saya juga membuka pemikiran kawan-kawan di PTSP, kita luar biasa, apa tujuan di sini, untuk Kabupaten Belitung, ya sudah kita lakukan itu, jangan lagi ego sektoralnya muncul. Terkadang ego sektoral dan kepentingan sesaat yang menghambat kita. 

Fanatisme kepentingan itu yang menghambat seseorang untuk berbuat. Saya mencoba membuka sekat-sekat fanatisme kepentingan. Saya coba di beberapa dinas, PTSP, pariwisata, menghilangkan sekat-sekat fanatisme kepentingan.

Mall Pelayanan Publik ini baru juga karena belum ada fasilitas penunjangnya. Apa komentarnya? 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved