Berita Bangka Belitung

Inflasi Bangka Belitung Terendah Nasional Tujuh Bulan Berturut-turut, BI Waspadai Jelang 2025

Inflasi tahunan di Bangka Belitung selama tujuh bulan berturut-turut tercatat sebagai yang terendah secara nasional.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Kamri
dok. Posbelitung.co
Ilustrasi inflasi. Inflasi tahunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama tujuh bulan berturut-turut tercatat sebagai yang terendah secara nasional. Namun, BI Bangka Belitung mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi yang perlu diwaspadai dan antisipasi menjelang 2025. 

POSBELITUNG.CO - Inflasi tahunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama tujuh bulan berturut-turut tercatat sebagai yang terendah secara nasional.

Kendati demikian, Bank Indonesia (BI) Babel mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi yang perlu diwaspadai dan antisipasi menjelang 2025.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bangka Belitung, Rommy S Tamawiwy mengemukakan inflasi tahunan Bangka Belitung stabil di angka 0,22 persen (yoy) hingga November 2024.

Kondisi ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). 

Ia menegaskan pentingnya langkah strategis menghadapi tantangan di akhir tahun dan memasuki tahun 2025.

"Risiko inflasi di Desember meningkat, terutama karena lonjakan harga saat Natal dan Tahun Baru.

Selain itu, dinamika harga pangan global, distribusi logistik, dan permintaan domestik yang naik pada awal tahun dapat memicu tekanan inflasi pada 2025," jelas Rommy kepada awak media, Rabu (4/12/2024).

BI bersama TPID terus mengimplementasikan kebijakan pengendalian inflasi berbasis 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Operasi pasar akan dilaksanakan secara intensif untuk menjaga harga tetap stabil, terutama pada komoditas pangan utama.

Program ketahanan pangan melalui Kelurahan atau Desa Tanggap Inflasi juga diperluas pada empat wilayah baru.

Seperti Kelurahan Parit Lalang, Desa Mempaya, Desa Air Merbau, dan Kelurahan Sungai Daeng.

"Penguatan ketahanan pangan lokal menjadi langkah penting untuk menjaga kestabilan inflasi jangka panjang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah," jelas Rommy.

BI Bangka Belitung juga memperkuat infrastruktur logistik untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar.

Prioritas bongkar muat logistik di pelabuhan dan efisiensi penyeberangan kapal menjadi bagian dari solusi menghadapi dinamika harga.

Baca juga: 5 Komoditas Penyumbang Inflasi Utama di Tanjungpandan Belitung November 2024

Sedangkan dari sisi edukasi, BI Bangka Belitung bersinergi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi publik tentang langkah pengendalian inflasi melalui media massa dan forum koordinasi TPID.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved