Inilah Daftar Polisi yang Bunuh Diri pada 2024, Ada Wakapolres, dan 1 Orang dari Bangka Belitung

Indonesia Police Watch (IPW), merilis jumlah polisi yang bunuh diri dengan cara gantung diri dan menembak pistol ke kepala.

Tayang:
Editor: Alza
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi oknum polisi. Pada tahun 2024, jumlah polisi yang melakukan aksi bunuh diri sebanyak 9 orang. 

POSBELITUNG.CO - Jumlah polisi yang bunuh diri meningkat pada tahun 2024 dibandingkan 2023.

Pada 2024, ada 9 polisi melakukan aksi bunuh diri, sedangkan 2023 ada tiga orang.

Indonesia Police Watch (IPW), merilis jumlah polisi yang bunuh diri dengan cara gantung diri dan menembak pistol ke kepala.

"Kalau di tahun 2023, ada tiga orang anggota Polri yang menghilangkan nyawanya sendiri, maka pada 2024 ini ada sembilan anggota yang melakukan bunuh diri," ungkap Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso dalam pers rilisnya, Minggu (22/12/2024).

Daftar polisi bunuh diri 2024 menurut catatan IPW

1. 9 Januari 2024: Bripda Muhammad Ridho

Bripda Muhammad Ridho (22), anggota Satuan Samapta Polres Wonogiri bunuh diri di kamarnya di Barak Dalmas Polres Wonogiri, Selasa (9/1/2024). 

Jasad Bripda Muhammad Ridho yang baru setahun menjadi polisi itu ditemukan tergantung di belakang pintu kamar dengan tali yang terikat di lehernya. 

Kapolres Wonogiri, AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengungkap bahwa Bripda Muhammad Ridho itu mengakhiri hidupnya karena masalah hubungan asmara. 

"Karena cekcok dengan pacarnya," jelasnya. 

2. 23 Januari 2024: Ipda Wahyu Hidayat

Ipda Wahyu Hidayat, polisi yang bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sofifi, ditemukan meninggal dunia di Asrama SPN Polda Malut, Selasa (23/1/2024). 

Ia diduga melakukan bunuh diri di kamarnya. 

3. 4 April 2024: Kompol Tumanggor

Kompol Tumanggor, anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah ditemukan tewas di depan rumahnya di kompleks Akpol Semarang, Kamis (4/4/2024). 

Anggota berpangkat perwira menengah itu diduga bunuh diri dengan menembakkan pistolnya sendiri dari bawah dagunya ke bagian kepala di dalam mobilnya. 

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Satake, korban meninggal karena bunuh diri

Dugaan sementara karena masalah keluarga. 

4. 25 April 2024: Brigadir Ridhal Ali Tomi

Brigadir Ridhal Ali Tomi, anggota Satlantas Polres Kota Manado tewas dengan luka tembak di dalam mobil Toyota Alphard di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (25 April 2024).

Polres Metro Jakarta Selatan memastikan bahwa penyebab kematian korban adalah bunuh diri.

"Karena korban bunuh diri, dengan cara menembakkan senjata api HS kaliber 9 mm ke arah kepala," ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro saat jumpa pers, Senin (29/4/2024).

5. 15 Juli 2024: Bripda Riko Roy Nussy, Ajudan Wakapolres Papua Barat

Bripda Riko Roy Nussy, ajudan Wakil Kepala Kepolisian Resort Sorong, Papua Barat Daya, Kompol Emy Fenitiruma (Wakapolres) ditemukan tewas gantung diri di dapur rumah dinas di Kilometer 24 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (15 Juli 2024) sore.

Kapolres Sorong AKBP Edwin Parsaoran membenarkan kejadian itu.

Menurutnya, Bripda Riko Roy Nussy, ditemukan gantung diri pada Senin sore pukul 17.30 WIT di pintu keluar dapur rumah dinas Wakapolres. 

"Untuk gantung dirinya kapan dan motifnya apa masih kita dalami juga," ungkapnya.

6. 11 Agustus 2024: Kompol Maryoko

Kapolsek Prajurit Kulon, Polres Mojokerto Kota, Kompol Maryoko ditemukan tewas gantung diri di kediamannya di kawasan Puri, Mojokerto, Minggu (11 Agustus 2024).

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Agung Suprihandono membenarkan kematian Kompol Maryoko. 

Menurutnya, korban memang sudah lama sakit dan beberapa kali masuk rumah sakit akibat darah tinggi dan sempat mengalami stroke ringan. 

7. 15 Agustus 2024: Briptu Toyib Widiyantoro

Briptu Toyib Widiyantoro, anggota Satlantas Polres Tuban ditemukan tewas diduga bunuh diri di rumahnya di Kompleks Perum Griya Manunggal Asri, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (15 Agustus 2024) sekitar pukul 02.00 WIB. 

8. 3 September 2024: Ipda Bambang Subagya

Ipda Bambang Subagya, Kanit Samapta Polsek Girimulyo tewas bunuh diri dengan menembakkan senjatanya ke arah kepalanya, di rumahnya di Padukuhan Gendu, Kelurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Selasa (3 September 2024) malam. 

Kapolres Kulonprogo, AKBP Wilson Bugner F Pasaribu menyatakan, Ipda BS murni bunuh diri berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP. 

"Korban menembakkan senpi dinas jenis revolver ke area kepalanya," ungkapnya di rumah duka, Rabu (4 September 2024).

9. 21 November 2024: Bripka JA 

Seorang anggota polisi di Kota Pangkalpinang, Bangka ditemukan tewas dalam kamar kontrakannya. 

Polisi berinisial Bripka JA (43), anggota Intel Polda Babel itu diduga bunuh diri.

"Identitas korban atas nama inisial JA (43), dia berdinas di Polda Bangka Belitung (Babel)," kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Fauzan Sukmawansyah kepada detikSumbagsel, Kamis (21/11/2024) malam.

Fauzan menjelaskan korban ditemukan tewas gantung diri di kamar kontrakannya di Perumahan Tunas Tanjung Bunga, Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan. 

Korban sudah tidak masuk dinas sejak Selasa (19/11/2024).

Polri Diminta Perhatikan Kesehatan Mental Anggotanya
Meningkatnya aksi bunuh diri anggota polisi mendapat perhatian dari IPW.

IPW berharap institusi Polri memperhatikan kesehatan mental para anggotanya. 

Yang paling penting adalah untuk mencegah kejadian serupa terulang lagi. 

"Polri perlu memperkuat program pembinaan mental, pengawasan terhadap tekanan kerja, dan mengurangi stigma terkait kesehatan mental.

Hal ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung bagi anggotanya," kata Sugeng. 

Sehingga peran pimpinan di setiap lini satuan kerja di Polri dari tingkat Mabes sampai tingkat kewilayahan di Polsek sangat penting. 

Hal itu telah diatur dalam Perkap 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat (waskat) di Lingkungan Polri. 

Peraturan yang ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada tanggal 16 Maret 2022, pada pasal 2 diatur adanya kewajiban atasan melakukan waskat pada bawahan.

IPW menilai setiap pimpinan atau atasan harus dapat menjadi teladan bagi bawahannya, membangun komunikasi terbuka, dapat mengatasi konflik internal dan juga memberikan penghargaan/apresiasi terhadap bawahannya. 

Dengan begitu, maka anggota Polri yang menjadi bawahan merasa terayomi. Sehingga beban berat yang secara psikis membebaninya dapat solusi.

Beban berat secara psikis itu, emosi yang berlebihan menjadikan anggota Polri berpikiran pendek, melakukan bunuh diri dengan cara menembakkan pistolnya. 

Pada bulan April 2024 lalu, dua anggota polisi melakukan bunuh diri dengan menembakkan pistolnya ke kepala atau badannya. 

Pertama, dilakukan oleh Kompol Tumanggor pada Kamis, 4 April 2024. 

Perwira Ditresnarkoba Polda Jateng itu mengakhiri hidupnya di dalam mobil warna putih di sebuah rumah dinas Komplek Akpol Blok K Jalan Sanusi, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Kepolisian menyatakan bahwa Tumanggor bunuh diri karena diduga ada masalah keluarga. 

Kedua, dilakukan Brigadir Ridhal Ali Tomi. 

Anggota Satlantas Polres Kota Manado itu tewas dengan luka tembak di dalam mobil Toyota Alphard di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (25 April 2024). 

Ketiga, Ipda Bambang Subagya, Kanit Samapta Polsek Girimulyo, Polres Kulon Progo tewas bunuh diri dengan menembakkan senjatanya ke arah kepala, di rumahnya di Padukuhan Gendu, Kelurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo pada Selasa (3 September 2024).

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved