Berita Belitung

Dampak Cuaca Ekstrem Picu Harga Cabai di Belitung dari Luar Daerah Naik

Dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Bangka Belitung ikut memicu harga cabai di Belitung dari luar daerah.

Editor: Kamri
Bangkapos.com/Sela Agustika
Ilustrasi cabai rawit. Dampak cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belakangan ini ikut memicu harga cabai di Belitung dari luar daerah. 

POSBELITUNG.CO – Dampak cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belakangan ini ikut memicu harga cabai di Belitung dari luar daerah.

Pasokan cabai dari luar daerah ikut terdampak cuaca yang mengakibatkan harga cabai di Belitung ikut terkerek.

Selain itu, pasokan cabai juga terbatas dari petani lokal.

Harga cabai rawit di Pasar Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melonjak hingga menyentuh harga Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai ini diperkirakan terjadi karena berkurangnya hasil panen petani lokal akibat cuaca hujan. 

Iin, seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Tanjungpandan mengatakan harga cabai memang tidak menentu dan cenderung melonjak beberapa waktu terakhir.

Harga cabai rawit dari petani lokal pun saat ini dijual Rp135 ribu per kilogram atau 14 ribu per ons. 

"Mungkin karena faktor cuaca. Harga Rp135 ini sudah bertahan dari sekitar tahun baru," ujarnya, Selasa (7/1/2025). 

Baca juga: Besar Kebutuhan Darah di PMI Kota Pangkalpinang Bangka Belitung per Hari, Iqbal Siapkan Kolaborasi

Rusdi pedagang kios mengemukakan harga cabai rawit per kilogram yakni Rp130 ribu.

Tren harga cabai diakuinya memang cenderung melonjak pada Desember hingga Februari.

Pada awal 2025 ini, jelasnya, kenaikan harga cabai memang terbilang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Tahun ini lah menyentuh harga Rp100 ribuan.

Kondisi ini belum sampai semingguan," kata Rusdi. 

Kenaikan harga ini diperkirakan terjadi karena petani lokal belum memasuki masa panen.

Pasokan cabai di pasar Tanjungpandan sebagian besar berasal dari petani lokal, karena harga cabai dari luar daerah, seperti Jakarta, sulit bersaing akibat biaya pengangkutan yang juga tinggi.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved