Berita Belitung Timur

Antisipasi Geng Motor dan Curas, Polres Belitung Timur Patroli 5 Kali Sehari dan Gandeng Forkopimda

Polres Belitung Timur berkomitmen untuk memberantas geng motor yang aksinya meresahkan masyarakat an bisa menjadi cikal bakal tindak kejahatan..

Editor: Novita
IST/Dokumentasi Diskominfo Beltim
Rapat koordinasi (rakor) membahas antisipasi geng motor dan pencurian dengan kekerasan (curas) di ruang rapat Bupati Belitung Timur, Senin (20/1/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Polres Belitung Timur berkomitmen untuk memberantas geng motor yang aksinya meresahkan masyarakat dan bisa menjadi cikal bakal tindak kejahatan.

Hal itu dikatakan Kapolres Beltim, AKBP Indra Feri Dalimunthe, saat rapat koordinasi antisipasi geng motor dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang digelar Forkopimda Belitung Timur bersama Pemkab Beltim di ruang rapat Bupati Beltim pada Senin (20/1/2025).

"Untuk mencegahnya, kami laksanakan 5 kali sehari patroli termasuk ke kecamatan-kecamatan, namun kami juga butuh peran Forkopimda, pemda, pihak sekolah dan seluruh elemen masyarakat untuk memberantas dan menolak segala bentuk aktivitas geng motor," jelas Indra seperti dalam rilis Diskominfo Beltim yang diterima Posbelitung.co, Senin (20/1/2025).

Rapat koordinasi yang diinisiasi Polres Beltim itu dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Beltim Mathur Noviansyah dan dihadiri Kapolres Beltim AKBP Indra Feri Dalimunthe, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Pabung Kodim 0414/ Belitung, Mayor Czi A.Tabrani, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Beltim Ahmad Muzayyin, pihak sekolah dan instansi terkait.

Indra mengatakan, rakor dilaksanakan untuk mengantisipasi segala aktivitas geng motor, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Kabupaten Beltim.

"Rakor dilaksanakan untuk antisipasi geng motor yang ada di Beltim, termasuk kegiatan negatif anak muda seperti balap liar, kumpul-kumpul negatif dengan minuman keras, penyalahgunaan narkoba atau membuat kegaduhan di masyarakat," imbuhnya.

Kapolres Beltim mengimbau agar seluruh pihak saling menjaga keamanan dan ketertiban, terutama melakukan kontrol dan pengawasan terhadap anak-anak remaja dalam pergaulannya.

"Bila ada menemukan aktivitas geng motor, kita imbau untuk pulang selama tidak melakukan tindak pidana. Kita mengimbau kepada semua orangtua, guru, aparat TNI/Polri, pemda untuk memiliki rasa tanggung jawab untuk menyiapkan generasi muda yang siap menyongsong masa depan," tutur kapolres

Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Beltim, Mathur, mengatakan, Pemda Beltim sangat mendukung upaya kepolisian untuk memberantas geng motor.

"Kita antisipasi dampak negatif dari pergaulan anak-anak Beltim yang masuk dalam geng motor. Kalau ada  balap liar maka kita minta ke masyarakat untuk bantu memberi informasi adanya aktifitas itu," kata Mathur.

Diungkapkannya, pihaknya sudah dapat laporan adanya aktivitas geng motor di Beltim.

"Kita sudah ada laporan, salah satunya balap liar dan aktivitas kumpul-kumpul anak-anak muda di tempat tertentu, biasanya diiringi dengan miras," ungkapnya.

Mathur meminta agar pihak Dinas Pendidikan menyampaikan informasi ke sekolah-sekolah untuk mengidentifikasi potensi munculnya pelajar yang buat geng motor

Begitu juga dengan lingkup masyarakat, pihaknya minta agar unsur dari kecamatan sampai RT untuk memantau, mengawasi dan mencegah aktivitas geng motor, serta tindak kriminalitas yang di kalangan remaja. 

(Posbelitung.co/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved