Imlek 2025

Tradisi, Keberuntungan, dan 10 Hal yang Harus Dihindari, Jangan Menyapu!

Berikut adalah 10 pantangan yang sebaiknya tidak dilanggar selama perayaan Tahun Baru Imlek:

Editor: Teddy Malaka
Ist
Imlek 2025 - 

POSBELITUNG.CO - Tahun Baru Imlek, atau yang dikenal sebagai Festival Musim Semi, adalah momen yang sarat dengan makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa.

Lebih dari sekadar perayaan besar-besaran, momen ini adalah waktu berkumpul bersama keluarga, memperkuat tradisi, dan menyambut keberuntungan.

Namun, di balik kegembiraan itu, ada sejumlah pantangan yang dipercaya harus dihindari agar energi positif tetap mengalir sepanjang tahun.

Pada 2025, yang menandai Tahun Ular dalam kalender lunar Tiongkok, pantangan ini menjadi semakin penting untuk menjaga harmoni dan keberuntungan.

Berikut adalah 10 pantangan yang sebaiknya tidak dilanggar selama perayaan Tahun Baru Imlek:

1. Jangan Mengucapkan Kata-Kata Negatif
Kata-kata seperti "kematian," "sakit," "miskin," atau "hancur" dianggap membawa sial.

Mengucapkan hal-hal tersebut bisa menarik energi negatif bagi diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Seperti yang sering dikatakan, "Anda tidak ingin membawa kemalangan ke dalam hidup Anda."

2. Jangan Memecahkan Keramik atau Kaca
Memecahkan barang dianggap memutus hubungan dengan keberuntungan.

Jika piring atau mangkuk terjatuh, bungkuslah pecahannya dengan kertas merah sambil mengucapkan doa keberuntungan seperti suì suì píng ān yang berarti "kedamaian setiap tahun."

Setelah Imlek, buang pecahan itu ke sungai atau danau.

3. Jangan Membersihkan atau Menyapu
Membersihkan rumah sebelum Festival Musim Semi adalah tradisi untuk menghilangkan nasib buruk.

Namun, saat perayaan berlangsung, kegiatan bersih-bersih dianggap tabu karena dapat "menyapu bersih" keberuntungan. Jika harus membersihkan, sapulah dari tepi ruangan ke arah dalam, dan simpan sampah hingga hari kelima.

4. Hindari Penggunaan Benda Tajam
Pisau, gunting, atau benda tajam lainnya sebaiknya tidak digunakan karena dipercaya dapat "memotong" aliran kekayaan.

Tradisi ini juga memberikan alasan untuk menutup salon rambut hingga perayaan berakhir pada 2 Februari.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved