Berdoa

Bacaan Doa Malam Nisfu Syaban, Amalan, Waktu, dan Keutamaannya

Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam.

Editor: Alza
net
NISFU SYABAN - Foto ilustrasi seseorang berdoa. Malam Nisfu Syaban diisi dengan berdoa dan melakukan amalan sesuai tuntunan. 

POSBELITUNG.CO -- Malam Nifsu Syaban bertepatan pada Kamis, 13 Februari 2025.

Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah yang memiliki satu malam mulia, yaitu Nisfu Syaban.

Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam.

Umat Muslim kerap menyambut malam Nisfu Syaban dengan beribadah sepanjang malam.

Beberapa amalan yang biasa dikerjakan saat malam Nisfu SDyaban seperti shalat sunnah, membaca surah, serta berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Malam Nisfu Syaban atau Lailatul Mubarakah diperingati setiap tanggal 15 Syaban.

Berbeda dengan kalender Masehi yang dimulai sejak tengah malam, pergantian hari pada kalender Hijriah dilakukan lebih cepat, yakni setelah Matahari terbenam atau waktu Maghrib.

Apa itu Nisfu Syaban?

Dikutip dari Kompas.com (18/3/2022), Nisfu Syaban adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Syaban) dalam kalender Islam.

Nisfu Syaban juga dikenal sebagai Laylatul Bara'ah atau Laylatun Nisfe min Syakban di dunia Arab dan sebagai Shab-e-barat di Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran, dan India.

Nama-nama ini diterjemahkan menjadi "malam pengampunan dosa", "malam berdoa", dan "malam pembebasan", serta seringkali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah.

Bahkan di beberapa daerah, perayaan Nisfu Syaban biasanya secara turun temurun sekaligus dijadikan momentum untuk mengenang leluhur.

Di sisi lain seperti menurut laman NU Online, Nisfu Syaban merupakan salah satu hari istimewa lantaran diyakini menghapus semua dosa mereka yang memohon ampun.

Hal itu sejalan dengan hadis Rasulullah SAW, sebagai berikut:

"Apabila tiba malam Nisfu Syaban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya." (HR al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved