PT Timah Tbk

Kisah Lizulka Ulban dan dr Rosalin Sukses Berkat Beasiswa Pemali Boarding School PT Timah Tbk

Pemali Boarding School PT Timah Tbk telah melahirkan sejumlah alumni yang sukses berkontribusi dalam berbagai profesi.

Editor: Novita
IST/Dokumentasi PT Timah Tbk
PEMALI BOARDING SCHOOL - Alumni program Pemali Boarding School PT Timah Tbk, Lizulka Ulban dan dr Rosalin Yuniarti, saat berkunjung ke SMAN 1 Pemali beberapa waktu lalu. Pemali Boarding School PT Timah Tbk telah melahirkan sejumlah alumni yang sukses berkontribusi dalam berbagai profesi. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kisah Lizulka dan dr Rosalin raih kesuksesan berkat beasiswa Pemali Boarding School PT Timah Tbk.

Pemali Boarding School konsisten dilaksanakan PT Timah Tbk untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. 

Program Pemali Boarding School PT Timah Tbk dulu dikenal sebagai Kelas Unggulan SMA 1 Pemali.

Sebanyak 886 alumni telah mengenyam beasiswa pendidikan dari PT Timah Tbk yang dimulai sejak tahun 2000 silam. 

Pemali Boarding School PT Timah Tbk telah melahirkan sejumlah alumni yang sukses berkontribusi dalam berbagai profesi. 

Di antaranya adalah Lizulka Ulban dan dr Rosalin Yuniarti.

Lizulka kini aktif pada lembaga nirlaba yaitu Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Sedangkan Rosalin kini menjadi dokter spesialis penyakit dalam dan juga dosen di Universitas Bangka Belitung.

Keduanya berbagi kisah inspiratif bagaimana pendidikan yang ditempuh di Pemali Boarding School menjadi batu loncatan menuju kesuksesan.

Lizulka Ulban, alumni Pemali Boarding School angkatan ke-2 yang masuk pada tahun 2001, menceritakan pengalamannya menempuh pendidikan di asrama telah membentuk kedisiplinannya. 

Hal ini dikisahkan Lizulka beberapa waktu lalu saat berbincang dengan Tim Corcom PT Timah Tbk dalam kegiatan sosialisasi stunting bagi para pelajar di SMAN 1 Pemali. 

“Dulu sih ngerasa tersiksa sekali datang ke sini, tapi ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Yang paling diingat itu kedisiplinan, sesuatu yang akan kita bawa seumur hidup,” tuturnya.

Selain itu, Lizulka juga merasa bahagia melihat sepeda yang digunakan oleh generasi mereka dulu masih ada di asrama. 

Tidak banyak perubahan yang terjadi dan suasana asrama yang khas masih terasa sama. 

Menurut Lizulka, program PBS PT Timah Tbk telah menjadi jembatan bagi banyak anak berprestasi, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved