Korupsi Pertamax Oplos

Jejak Karier Maya Kusmaya, Lulusan ITB Lalu Lanjut ke Norwegia dan Jabatan Penting di Pertamina

Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 31 Agustus 1980, ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB)

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
pertaminapatraniaga.com
DITAHAN - Maya Kusmaya selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga ditetaplan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang, Rabu (26/2/2025). 

POSBELITUNG.CO - Di balik gemerlap industri energi nasional, Maya Kusmaya adalah sosok yang pernah dipandang sebagai figur profesional dengan rekam jejak cemerlang.

Namun kini, namanya menjadi sorotan bukan karena prestasi, melainkan dugaan keterlibatannya dalam skandal korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang di tubuh PT Pertamina.

Maya, yang kini menjabat sebagai Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (26/2/2025). Penetapan ini menambah daftar panjang petinggi Pertamina yang terseret dalam kasus serupa.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar, mengungkapkan bahwa Maya diduga terlibat dalam praktik pengoplosan bahan bakar.

"Tersangka MK (Maya Kusmaya) memerintahkan dan/atau memberikan persetujuan kepada EC untuk melakukan blending (oplos) produk kilang pada jenis RON 88 (Premium) dengan RON 92 (Pertalite) agar dapat menghasilkan RON 92," ujar Qohar seperti dikutip dari kompas.com.

Keterlibatan Maya dalam dunia energi sejatinya sudah dimulai sejak lama.

Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 31 Agustus 1980, ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Kimia.

Tak puas hanya dengan gelar sarjana, Maya melanjutkan studi magister di Norwegian University of Science and Technology (NTNU), mendalami bidang Natural Gas Technology.

Kariernya di PT Pertamina dimulai dengan berbagai jabatan strategis.

Pada 2015, ia menjabat sebagai Senior Analyst Gas Business Initiatives di PT Pertamina (Persero), lalu naik menjadi Engineering Manager di Pertamina Gas Directory pada 2016-2018.

Kariernya terus menanjak hingga menduduki posisi Portfolio and Business Development Manager Pertamina Gas Directory pada 2018-2020.

Pada 2020-2021, Maya dipercaya sebagai VP Kapasitas Komersial dan Aset PT Pertamina Gas, lalu berpindah menjadi VP Operasi Perdagangan PT Pertamina Patra Niaga pada Maret-Juni 2023.

Hingga akhirnya, ia diangkat sebagai Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga pada Juni 2023.

Namun, jabatan bergengsi tersebut justru membawa Maya ke dalam pusaran kasus hukum.

Keputusan strategis yang diambilnya kini dipertanyakan, terutama terkait tata kelola minyak dan produksi kilang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved