Berita Belitung

BPS Ungkap Pengaruh Pembatasan Sementara Beras SPHP di Tanjungpandan Belitung

Baiq Kurniawati menjelaskan selama beras SPHP ditarik dari pasaran, memang kemungkinan berpengaruh pada kondisi inflasi-deflasi

Editor: Kamri
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
BERAS SPHP - Ilustrasi beras SPHP. Kepala BPS Belitung, Baiq Kurniawati menjelaskan selama beras SPHP ditarik dari pasaran, memang kemungkinan berpengaruh pada kondisi inflasi-deflasi di Tanjungpandan, Kabupten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

POSBELITUNG.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Belitung, Baiq Kurniawati mengungkapkan dampak dari kebijakan pembatasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terhadap pola konsumsi masyarakat.

Seperti diketahui distribusi beras SPHP sempat dihentikan sementara sejak 7 Februari 2025.

Namun, distribusi beras kembali dibuka di Belitung mulai Senin (3/3/2025).

Baiq Kurniawati menjelaskan selama beras SPHP ditarik dari pasaran, memang kemungkinan berpengaruh pada kondisi inflasi-deflasi di Tanjungpandan, Kabupten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Beras SPHP pun menjadi satu dari komoditas yang disurvei dari segi beras, selain beras premium. 

Konsumsi beras SPHP di Belitung meningkat karena dari hasil survei BPS, bobot beras kategori medium tersebut sebesar 0,14 persen, lumayan naik dibandingkan tahun sebelumnya. 

Pembatasan distribusi beras SPHP pun akan membuat konsumen beralih ke beras premium. 

"Memang dengan naiknya konsumsi beras SPHP, dari distributor mengeluhkan beras premium turun konsumsinya.

Kalau apakah berdampak, seberapa besar dampaknya belum dapat dipastikan.

Tapi dengan pembatasan beras SPHP, konsumsi beras premium akan naik," kata Baiq Kurniawati. 

Baca juga: Soal Sejumlah OPD Kosong, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Belum Akan Ambil Keputusan

Menurut Baiq, memasuki bulan Ramadhan 1446 Hijriah, pola konsumsi masyarakat cenderung berubah.

Hal ini dapat mempengaruhi fluktuasi harga berbagai komoditas.

"Jika stok tidak mencukupi atau distribusi terhambat, maka harga dapat mengalami kenaikan.

Kami berharap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dapat memetakan komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga," ujarnya.

BPS Belitung juga mencatat bahwa beberapa komoditas lain yang sering mengalami fluktuasi harga terutama saat Ramadhan.

Komoditas itu antara lain daging ayam ras, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

Daging sapi cenderung lebih stabil. 

Penghentian sementara distribusi beras SPHP sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan petani dapat menikmati harga gabah yang tinggi saat panen raya.

Asisten Manager Operasional Perum Bulog Kantor Cabang Belitung, Syahrial, menyatakan bahwa distribusi beras SPHP mulai kembali dilakukan sejak 24 Februari 2025 melalui operasi pasar dan kantor pos.

"Mulai hari ini, sudah dibuka kembali (penjualan) untuk beras SPHP.

Sekarang sudah ramai yang beli di kantor," katanya.

Baca juga: Kalender Maret 2025 Lengkap dengan Weton Tanggal 5 Maret 2025

Syahrial juga menyinggung stok beras di Gudang Bulog Belitung yang saat ini mencapai 2.200 ton, dengan tambahan 600 ton yang akan masuk pada akhir Maret 2025.

Menurutnya, pemerintah kembali membuka distribusi beras SPHP bagi distributor setelah sebelumnya sempat dibatasi.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved