Berita Belitung

Kadindikbud Apresiasi Upaya Polres Belitung Bina Pelajar

Kapolres Belitung, AKBP Deddy Dwitiya Putra mengemukakan perang sarung bukan lagi sekadar permainan.

Editor: Kamri
IST/Dokumentasi Polres Belitung
DEKLARASI SETOP PERANG SARUNG - Kapolres Belitung, AKBP Deddy Dwitya Putra memimpin deklarasi pembubaran perang sarung dalam apel pagi yang berlangsung di Polres Belitung, Senin (10/3/2025). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Soebagio, mengapresiasi upaya Polres Belitung dalam membina para pelajar. 

POSBELITUNG.CO – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Soebagio, mengapresiasi upaya Polres Belitung dalam membina para pelajar.

Oleh karena itu, Dindikbud Belitung mendukung kegiatan apel Deklarasi Pembubaran Perang Sarung yang dipimpin oleh Kapolres Belitung, AKBP Deddy Dwitiya Putra, Senin (10/3/2025),

"Kami mendukung penuh deklarasi ini sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman. Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter yang bertanggung jawab dan disiplin," kata Soebagio, Senin (10/3/2025).

Sementara itu, Kapolres Belitung, AKBP Deddy Dwitiya Putra mengemukakan perang sarung bukan lagi sekadar permainan.

Namun, kini telah berkembang menjadi tindakan yang membahayakan keselamatan.

"Kami berharap para pelajar dapat memahami dampak negatif dari perang sarung dan lebih fokus pada hal-hal yang bermanfaat bagi masa depan mereka," kata Deddy.

Baca juga: Kalender Maret 2025 Lengkap dengan Weton Tanggal 11 Maret 2025

Kasat Binmas Polres Belitung, AKP Amsar mengingatkan para pelajar agar tidak mengulangi aksi tersebut dan lebih bijak dalam menggunakan waktu mereka.

"Jadilah generasi yang berprestasi, menjaga persaudaraan, dan menghormati aturan.

Jangan sampai menyesal karena terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya. 

Para pelajar di Kabupaten Belitung menyatakan komitmen untuk mengakhiri aksi perang sarung yang marak terjadi di kalangan remaja.

Melalui Apel Deklarasi Pembubaran Perang Sarung, mereka berjanji untuk tidak lagi terlibat dalam tindakan tawuran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Apel yang berlangsung di Mapolres Belitung ini juga dihadiri oleh Wakapolres Belitung, Pejabat Utama (PJU) Polres Belitung, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Soebagio, seluruh kepala desa se-Kecamatan Tanjungpandan, para orang tua siswa, serta personel kepolisian.

Dalam deklarasi yang dibacakan, para pelajar berjanji untuk menjaga keamanan dan kedamaian, memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif, serta menghindari segala bentuk kekerasan.

Mereka juga menyatakan dukungan terhadap upaya kepolisian dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. 

Sebagai bentuk keseriusan, mereka siap menerima konsekuensi hukum jika melanggar pernyataan tersebut.

Setelah deklarasi, para pelajar menandatangani komitmen bersama dan melakukan pemusnahan atribut perang sarung.

Termasuk bendera serta perlengkapan lainnya, sebagai simbol berakhirnya aksi yang berisiko memicu konflik antar kelompok.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved