Berita Belitung

Perumda Tirta Batu Mentas Belitung Belum Sumbang PAD, Badia: Baru Sehat, Keuangan Masih On Process

Direktur Perumda Tirta Batu Mentas, Badia Parulian mengemukakan kinerja keuangan Perumda Tirta Batu Mentas Belitung saat ini masih berproses. 

Editor: Kamri
Posbelitung.co/Disa Aryandi
PERUMDA BATU MENTAS - Embung Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Permasalahan Perumda Tirta Batu Mentas atau PDAM Belitung yang sejauh ini belum bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sempat menjadi sorotan Bupati Belitung Djoni Alamsyah. 

POSBELITUNG.CO – Permasalahan Perumda Tirta Batu Mentas atau PDAM Belitung yang sejauh ini belum bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sempat menjadi sorotan Bupati Belitung Djoni Alamsyah.

Direktur Perumda Tirta Batu Mentas, Badia Parulian mengakui mengenai hal tersebut.

Ia mengemukakan kinerja keuangan Perumda Tirta Batu Mentas saat ini masih berproses. 

"Ini baru sehat, sehat secara kinerja, keuangan masih on process.

Mudah-mudahan dengan adanya penambahan SR, pipanisasi, maka kita bisa menyumbang PAD," jelas Badia Parulian, Selasa (25/3/2025).

Badia pun menyampaikan terima kasih atas masukan dan dukungan Bupati Belitung Djoni Alamsyah yang berharap Perumda Tirta Batu Mentas bisa menyumbang PAD ke depannya.

Baca juga: Operator Setiap Desa di Belitung Timur Bikin Strategi Minimalisir Kendala Sistem Aplikasi Jaga Desa

Bupati Belitung Djoni Alamsyah sebelumnya menyoroti kondisi keuangan Perumda Tirta Batu Mentas yang belum pernah meraih keuntungan.

Menurutnya, pembenahan harus dilakukan agar perusahaan ini tidak terus menjadi beban keuangan daerah.

“PDAM ini cukup membuat saya sedih.

Nilai penyusutan aset sudah begitu besar, dan sampai saat ini belum pernah mengalami keuntungan,” kata Djoni, Senin (24/3/2025). 

Perumda Tirta Batu Mentas atau PDAM Belitung di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan kemandirian keuangan pada tahun 2026.

Yaitu tanpa bergantung pada subsidi pemerintah daerah.

Badia Parulian mengemukakan meskipun perusahaan sudah berstatus sehat secara kinerja, namun jumlah pelanggan yang masih rendah membuat pendapatan belum maksimal.

“Semenjak saya menjabat, terhitung mulai 2020 sampai sekarang, kinerjanya naik, dari sakit sekarang sudah berkinerja sehat, dari hasil penilaian kementerian dan BPK.

Tapi dari sisi keuangan belum bisa menghasilkan banyak uang karena jumlah pelanggan masih sedikit, yakni 2.600 pelanggan,” jelas Badia. 

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved