Berita Belitung

Bupati Belitung Soroti Lamanya Pelayanan RSUD, Djoni Alamsyah: Pasien Datang Pagi, Dilayani Sore

Bupati Belitung Djoni Alamsyah bersama Wakil Bupati Syamsir meninjau langsung pelayanan di RSUD dr H Marsidi Judono, Kabupaten Belitung.

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
TINJAU RUMAH SAKIT - Bupati Belitung, Djoni Alamsyah dan Wakil Bupati, Syamsir, meninjau pelayanan di poli RSUD Marsidi Judono, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/4/2025). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Bupati Belitung Djoni Alamsyah bersama Wakil Bupati Syamsir meninjau langsung pelayanan di RSUD dr H Marsidi Judono, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/4/2025).

Dalam kunjungan itu, Djoni tak sekadar melihat-lihat, melainkan turun langsung menyapa pasien dan menanyakan pengalaman mereka.

Hasilnya, ia menemukan bahwa ternyata pasien telah menunggu 6-7 jam di depan poli sebelum mendapat pemeriksaan.

Sejumlah pasien mengaku datang sejak pagi, bahkan pukul 07.00 WIB, namun hingga sekitar pukul 13.30 WIB, mereka belum mendapat pelayanan medis.

Salah satu pasien bahkan harus mengulang antrean karena belum melakukan sidik jari atau fingerprint meski sudah menunggu di depan poli.

“Pasien itu tidak salah. Mereka datang jam 7-8, ya seharusnya bisa dilayani antara jam 8 sampai 9. Ini sampai jam 13.30 belum ada panggilan, ini kemungkinan baru masuk jam 14.00 WIB,” kata Djoni.

TINJAU RUMAH SAKIT - Bupati Belitung, Djoni Alamsyah dan Wakil Bupati, Syamsir, meninjau pelayanan di poli RSUD Marsidi Judono, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/4/2025).
TINJAU RUMAH SAKIT - Bupati Belitung, Djoni Alamsyah dan Wakil Bupati, Syamsir, meninjau pelayanan di poli RSUD Marsidi Judono, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/4/2025). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Menurutnya, persoalan bukan semata-mata pada tenaga medis, tetapi sistem antrean yang belum berjalan efektif.

Djoni menekankan perlunya pembenahan sistem agar pasien bisa datang mendekati waktu pemeriksaan tanpa harus menunggu berjam-jam dan mengorbankan aktivitas lain untuk mendapatkan pelayanan medis.

“Kalau sistemnya jalan, bisa kita atur alurnya. Tapi ini kan sistem belum connect. Kita akan benahi, dan saya minta update harian langsung WA ke saya, berapa pasien, berapa lama antre, kita pantau terus,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati Djoni juga menyoroti pentingnya sosialisasi SOP kepada pasien. 

Ia mencontohkan kasus pasien yang sudah mendapat antrean, tetapi karena belum melakukan sidik jari, antreannya hangus dan harus mengulang dari belakang.

“Artinya SOP belum disampaikan dengan baik ke masyarakat. Kita minta tolong media bantu sampaikan. Kalau ke rumah sakit, minta info alurnya. Jangan sampai pasien malah bingung,” ujarnya.

Wakil Bupati Syamsir turut menambahkan, jika memang ada poli yang kerap penuh, perlu dipikirkan penambahan dokter.

“Masak satu dokter harus melayani se-Belitung?” kata Syamsir.

Menurutnya hal itu menandakan perlunya evaluasi beban kerja di tiap poli. 

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved