Islam

VIDEO Bacaan Surah Ad Dhuha : Bacaan Arab, Latin Beserta Terjemahannya

Surat Ad-Dhuha kerap dibaca saat melaksanakan sholat Dhuha, yang waktunya dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu dzuhur.

Penulis: Lisa Lestari | Editor: Teddy Malaka

POSBELITUNG.CO - Surat Ad-Dhuha kerap dibaca saat melaksanakan sholat Dhuha, yang waktunya dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu dzuhur.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bacaan Surat Ad-Dhuha dalam tulisan Arab, latin, serta terjemahannya.

Surat ini tergolong surat Makkiyah, diturunkan setelah surat Al-Fajr.

Ad-Dhuha merupakan surat ke-93 dalam Al-Qur'an dan terdiri dari 11 ayat.

Nama "Ad-Dhuha" diambil dari kata pada ayat pertama, yang berarti "waktu matahari naik sepenggalahan."

Isi surat ini menjelaskan tentang perlindungan dan pemeliharaan Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW yang terus menerus.

Selain itu, Surat Ad-Dhuha juga memuat larangan untuk berbuat buruk terhadap anak yatim dan orang yang meminta-minta, serta anjuran untuk mensyukuri segala karunia Allah.

Surah Ad Dhuha :

وَالضُّحٰىۙ ۝١

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ۝٢

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ۝٣

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ۝٤

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ۝٥

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ۝٦

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ۝٧

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ۝٨

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ۝٩

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ۝١٠

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ۝١١

“wadl-dluḫâ; wal-laili idzâ sajâ; mâ wadda‘aka rabbuka wa mâ qalâ; wa lal-âkhiratu khairul laka minal-ûlâ; wa lasaufa yu‘thîka rabbuka fa tardlâ; a lam yajidka yatîman fa âwâ; wa wajadaka dlâllan fa hadâ; wa wajadaka ‘â'ilan fa aghnâ; fa ammal-yatîma fa lâ taq-har; wa ammas-sâ'ila fa lâ tan-har; wa ammâ bini‘mati rabbika fa ḫaddits.”

Artinya : Demi waktu duha; dan demi waktu malam apabila telah sunyi; Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu; Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia); Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida; Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu); mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu); dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?; Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang; Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik; Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).(*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved