Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Targetkan Investasi Rp3,4 T pada 2025, Perdagangan dan Tambang Sektor Unggulan

sektor perdagangan dan reparasi, jasa lainnya, serta konstruksi masih menjadi pilihan utama para investor berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman ...

Bangkapos.com/ dok
Gedung Tudung Saji Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menargetkan nilai investasi sebesar Rp3,4 triliun pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibanding target investasi tahun 2024 yang berada di angka Rp2,1 triliun. 

Target ini mencerminkan optimisme pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan arus investasi.

Kepala Bidang Data dan Sistem Informasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pangkalpinang, Riza Setiawati menjelaskan, sektor perdagangan dan reparasi, jasa lainnya, serta konstruksi masih menjadi pilihan utama para investor berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). 

Namun, bila dilihat dari nilai investasi, sektor pertambangan mencatatkan kontribusi tertinggi, disusul oleh sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya.

"Realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2025 telah mencapai Rp1,007 triliun. Kami berharap tren positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun," ungkap Riza kepada Bangkapos.com, Kamis (15/5/2025).

Meski menunjukkan capaian positif, Riza mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam menarik investasi, terutama menyangkut belum rampungnya penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) oleh dinas teknis terkait.

"Perda RTRW dan RDTR saat ini masih dalam proses penyusunan. Ini menjadi kendala karena investor membutuhkan kepastian tata ruang sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya," tambahnya.

Menanggapi berbagai hambatan birokrasi yang kerap menjadi sorotan para investor, DPMPTSP Kota Pangkalpinang telah melakukan sejumlah terobosan, di antaranya dengan mengoperasikan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan memanfaatkan sistem perizinan berbasis aplikasi guna memangkas waktu dan prosedur pengurusan izin.

Sementara itu, menanggapi isu yang menyebutkan bahwa Pangkalpinang sepi investor pada tahun 2025, Riza membantah anggapan tersebut. 

Hingga 31 Maret 2025, tercatat sebanyak 1.445 pelaku usaha telah menanamkan modalnya melalui skema Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sementara investasi asing mulai masuk meski jumlahnya masih terbatas.

"Kami tetap optimis akan ada peningkatan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, hingga akhir tahun ini," tutupnya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved