Dedi Mulyadi Disindir One Man Show, Herman Suryatman, Sekda Jabar Pasang Badan Bela Sang Gubernur

Banyak pihak yang menilai, Herman berani membela Dedi Mulyadi dengan semua kebijakannya.

Tayang:
Editor: Alza
Dok Pemkab Sumedang
HERMAN SURYATMAN - Potret Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman. Dia dianggap pasang badan terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

POSBELITUNG.CO - Rekam jejak Herman Suryatman, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, yang siap pasang badan membela Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Sebagai ASN, dia telah meraih karier tertinggi di birokrasi pemerintahan daerah.

Banyak pihak yang menilai, Herman berani membela Dedi Mulyadi dengan semua kebijakannya.

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haru Suandharu menyebut Dedi Mulyadi memimpin one man show atau tampil seorang diri.

Haru mengatakan, cara seperti ini berisiko tinggi jika terus dibiarkan.

"Kalau gubernur memimpin sendirian, dampaknya mungkin belum terasa sekarang.

Tapi ke depan, itu akan menimbulkan kesulitan besar. Itu bahaya," ujar Haru, Rabu (7/5/2025).

Haru menyayangkan sejumlah kebijakan yang menurutnya dikeluarkan tanpa diskusi mendalam bersama pemangku kepentingan seperti DPRD dan para ahli.

Bahkan, beberapa keputusan langsung diumumkan di media sosial, tanpa mekanisme musyawarah.

Ia menekankan pengambilan keputusan yang minim pertimbangan hukum dan prinsip keadilan publik bisa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Terkait kritik 'one man show' yang mengarah ke Dedi Mulyadi tersebut, Herman Suyatman membela sang gubernur.

Herman menegaskan, ada perencanaan yang terstruktur sebelum Dedi Mulyadi mengambil tindakan. 

"Di balik itu ada perumusan kebijakan, ada riset sederhana, ada perencanaannya dan ada kaji cepat," katanya seperti dikutip dari Instagramnya yang tayang, Minggu (25/5/2025), dilansir TribunJakarta. 

Menurut Herman, tim gubernur yang akrab disapa KDM itu memberikan analisa secara cepat dari sisi yuridis, sosiologis, filosofis, hingga finansial. 

Dia menilai, KDM tak sekadar melakukan hal yang bersifat spontanitas, tetapi juga didukung oleh tim yang memberi masukan terkait regulasi serta anggarannya. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved