Berita Belitung

Pemkab Belitung Siapkan Perbup Atur Harga Ayam, Cegah Pasokan Berlebih dan Harga Anjlok

Berdasarkan data DKPP, kebutuhan ayam hidup di Belitung per bulan diperkirakan sekitar 240 ribu ekor.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
DISTRIBUSI AYAM - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Efenly. Pemerintah Kabupaten Belitung tengah menyiapkan peraturan bupati (Perbup) untuk mengatur tata kelola distribusi ayam. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG —Pemerintah Kabupaten Belitung tengah menyiapkan peraturan bupati (Perbup) untuk mengatur tata kelola distribusi ayam.

Langkah ini diambil menyusul masih rendahnya harga ayam yang berada di kisaran Rp31.000 per ekor, sehingga menuai keluhan dari peternak ayam mandiri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Destika Efenly, mengatakan bahwa harga tersebut sebenarnya masih berada dalam rentang hasil kesepakatan bersama DPRD, yakni di bawah Rp38.000

Namun demikian, pihaknya tetap mengevaluasi kondisi pasar agar harga tidak terus menurun.

“Harga Rp30.000–Rp31.000 itu masih sesuai imbauan sebelumnya, tapi akan kita sikapi kembali.

Kita juga sedang menyiapkan Perbup untuk mengatur pola pemasukan ayam ke pasar,” kata Destika saat ditemui usai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Gedung Nasional Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (28/5/2025).

Baca juga: Gerakan Pangan Murah di Tanjungpandan, Bupati Belitung Ajak Warga Dukung Produk Lokal

Menurutnya, penyebab utama turunnya harga ayam adalah masuknya pasokan secara bersamaan, yang tidak seimbang dengan kapasitas pasar lokal.

Untuk itu, regulasi baru ini akan mengatur jadwal dan jumlah distribusi dari masing-masing kelompok peternak.

“Intinya jangan sampai semua masuk di waktu yang sama.

Pasar kita terbatas. Kalau over, ya harga jatuh,” jelasnya.

Baca juga: Kalender 2025, Libur Nasional dan Cuti Bersama, Besok Tanggal 29 Mei 2025 Libur Apa?

Berdasarkan data DKPP, kebutuhan ayam hidup di Belitung per bulan diperkirakan sekitar 240 ribu ekor.

Jumlah ini akan dijadikan acuan untuk mengatur ritme distribusi dari para peternak, agar pasokan tetap stabil dan harga terjaga.

“Melalui Perbup, kami ingin menata agar kelompok peternak bisa masuk pasar secara bergantian.

Misalnya, kelompok A di minggu ini, kelompok B di minggu berikutnya,” tambahnya.

Perbup ini diharapkan menjadi solusi agar harga ayam tetap menguntungkan bagi peternak, tanpa membebani konsumen.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved