7 Tim Pemkab Bangka Selatan Periksa Daging Kurban Usai Disembelih, Antisipasi Cacing Hati

Hingga kini tim tujuh tim pemeriksa kesehatan hewan kurban belum menemukan indikasi hewan kurban berpenyakit.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Alza
Posbelitung.co/cepi
POSTMORTEM - Tim pemeriksa hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan saat melakukan pemeriksaan post mortem terhadap hewan kurban yang disembelih di beberapa lokasi, Sabtu (7/6/2025). Terdapat tujuh tim diterjunkan guna melakukan pemeriksaan hewan kurban di delapan kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai melakukan pemeriksaan post mortem terhadap hewan kurban yang disembelih di daerah itu.

Hingga kini tim tujuh tim pemeriksa kesehatan hewan kurban belum menemukan indikasi hewan kurban berpenyakit.

Termasuk pula temuan cacing hati alias fasciola hepatica pada hewan yang disembelih untuk ibadah kurban.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Bangka Selatan, Nurudin mengatakan terdapat tujuh tim pengawas kesehatan yang diturunkan di delapan kecamatan yang ada di daerah itu.

Mereka bertugas memantau dan memeriksa kesehatan hewan kurban agar aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Sekaligus untuk memastikan hewan kurban sehat dan proses pemotongan memenuhi standar higiene sanitasi.

“Tiga tim di Kecamatan Toboali, satu tim di Kecamatan Simpang Rimba dan Kecamatan Payung, satu tim di Kecamatan Pulau Besar 1 tim, satu tim Kecamatan Airgegas dan satu tim di Kecamatan Lepar dan Kecamatan Kepulauan Pongok,” kata dia kepada posbelitung.co, Sabtu (7/6/2025).

Nurudin bilang pemeriksaan dilakukan secara antemortem dan postmortem.

Pengecekan hewan kurban secara antemortem mencakup usia hewan kurban, kesehatan gigi dan pengecekan penyakit mulut dan kuku (PMK), flu, antraks dan penyakit lainnya.

Kemudian juga pemeriksaan tanda-tanda penyakit ataupun cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas kurban.

Terakhir turut dilakukan pengecekan nafsu makan dan minum dari hewan kurban.

Sementara pemeriksaan postmortem hewan kurban dilakukan di beberapa lokasi, mulai dari Masjid hingga Rumah Potong Hewan (RPH) se-Kabupaten Bangka Selatan

Pemeriksaan meliputi inspeksi organ dalam hewan untuk melihat apakah ada kelainan pada karkas dan jeroan serta meneguhkan pemeriksaan ante mortem.

Terpenting memastikan kesehatan dan kualitas daging yang aman dikonsumsi.

“Tim akan memeriksa kualitas hati, limpa, jantung dan jeroan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved