Nias Jadi Titik Awal Lompatan Energi Bersih, PLN Targetkan Efisiensi dan Ketahanan Energi

PT PLN (Persero) melalui PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), resmi memulai pembangunan fasilitas gasifikasi di wilayah Klaster Nias.

Tayang:
Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Nias Jadi Titik Awal Lompatan Energi Bersih, PLN Targetkan Efisiensi dan Ketahanan Energi - 20250706_PLN-di-Nias-02.jpg
Dokumentasi PLN
Tampak atas Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias berkapasitas 35 megawatt (MW) yang terletak di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Program gasifikasi yang dikembangkan di klaster Nias akan menopang operasional pembangkit ini yang direncanakan meningkat menjadi 59 MW.
Nias Jadi Titik Awal Lompatan Energi Bersih, PLN Targetkan Efisiensi dan Ketahanan Energi - 20250706_PLN-di-Nias-01.jpg
Dokumentasi PLN
Bupati Nias, Ya'atulo Gulo (ketiga dari kiri), Walikota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli (keenam dari kiri), Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo (kelima dari kiri), dan Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto (ketiga dari kanan) melakukan prosesi peletakan batu pertama pada Groundbreaking Proyek Gasifikasi Pembangkit Tenaga Listrik melalui Penyediaan Infrastruktur Midstream Gas Klaster Nias yang berlangsung di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias pada Kamis (3/7/2025).

POSBELITUNG.CO, NIAS – PT PLN (Persero) melalui subholding-nya, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), resmi memulai pembangunan fasilitas gasifikasi di wilayah Klaster Nias.

Tanda dimulainya proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di area Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias pada Kamis (3/7/2025).

Langkah ini menjadi bentuk konkret dukungan PLN terhadap visi swasembada energi yang diusung Presiden Prabowo Subianto, dengan memaksimalkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, menyebut pembangunan infrastruktur gas ini merupakan langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Proyek ini juga sejalan dengan roadmap transisi energi dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

"Gasifikasi di PLTMG Nias bukan sekadar menyediakan listrik yang stabil dan terjangkau, tetapi juga memperkuat perekonomian lokal dan ketahanan energi nasional," ujar Jisman.

Proyek gasifikasi Nias menjadi bagian dari pengembangan enam klaster serupa di Indonesia, yang mencakup wilayah Sulawesi-Maluku, Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Papua bagian utara dan selatan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya mempercepat transformasi energi nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah.

"Gasifikasi ini adalah langkah strategis dalam membangun ekosistem energi masa depan yang lebih hijau dan kuat. Selain itu, proyek ini memberi efek berganda, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan investasi," jelasnya.

Saat ini, sistem kelistrikan Nias memiliki cadangan daya sebesar 20 megawatt atau sekitar 43 persen dari beban puncak.

Kapasitas ini cukup untuk mendukung pertumbuhan sektor UMKM, pariwisata, hingga perikanan.

Efisiensi dari konversi energi berbasis gas diperkirakan menghemat hingga Rp72,4 miliar per tahun, dan bisa meningkat menjadi Rp153 miliar saat kapasitas penuh tercapai.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menambahkan bahwa proyek ini mencakup pembangunan tangki penyimpanan Liquefied Natural Gas (LNG) berkapasitas 3.000 meter kubik, dengan kemampuan regasifikasi hingga 13 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Fasilitas ini mendukung operasional PLTMG yang akan dikembangkan dari 35 megawatt menjadi 59 megawatt.

Ia juga mengungkapkan bahwa infrastruktur baru ini berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 30 persen—setara dengan pengurangan emisi sebesar 29.000 ton CO₂ per tahun di tahap awal, dan 47.000 ton CO₂ saat sistem beroperasi penuh.

“Kami sangat berharap dukungan penuh dari semua pihak, agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 150.000 pelanggan listrik di Nias,” pungkas Rakhmad. (*/E8)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved