KTT BRICS 2025

Update KTT BRICS 2025, Sepakati Isu Iran dan Palestina, Kecam Serangan ke Teheran

Dalam sikap resminya, KTT BRICS 2025 memasukkan isu Palestina dan Iran dalam Deklarasi KTT BRICS XVII

Editor: Kamri
Tribunnews.com
KTT BRICS 2025 - KTT BRICS 2025 dalam sikap resminya memasukkan isu Palestina dan Iran dalam Deklarasi KTT BRICS XVII di Rio de Janeiro, Brasil yang dibuka pada Minggu (6/7/2025) waktu setempat. 

POSBELITUNG.CO KTT BRICS 2025 menekankan pentingnya menjaga stabilitas global dan mengecam keras penggunaan kekuatan militer yang dapat memperburuk krisis kawasan.

Sikap resmi negara anggota BRICS ini menyikapi konflik yang berlangsung di Timur Tengah belakangan ini.

Dalam sikap resminya, KTT BRICS 2025 memasukkan isu Palestina dan Iran dalam Deklarasi KTT BRICS XVII di Rio de Janeiro, Brasil yang dibuka pada Minggu (6/7/2025) waktu setempat.

Dalam konteks Palestina, BRICS menyerukan penyelesaian jangka panjang yang adil dan berkelanjutan.

BRICS juga menyuarakan keprihatinan terhadap serangan militer Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan fasilitas strategis Teheran.

KTT BRICS juga ikut menyoroti reformasi Dewan Keamanan PBB, tata kelola kecerdasan buatan global, penggunaan mata uang lokal antarnegara, dan pendanaan iklim jangka panjang.

“Kami berhasil mencapai pernyataan bersama terkait isu-isu krusial politik internasional, perdamaian, dan keamanan, dengan penekanan pada seruan penyelesaian jangka panjang untuk situasi Palestina serta kecaman terhadap serangan militer terhadap Iran dan risiko nuklir yang menyertainya,” demikian isi poin deklarasi KTT BRICS 2025.

Baca juga: KTT BRICS 2025, Presiden Brasil Singgung Dunia Krisis Kepercayaan, Soroti Peran DK PBB

Hal ini menjadi salah satu dari beberapa topik politik global yang disepakati bersama oleh negara-negara anggota BRICS.

Anggota BRICS saat berjumlah 11 negara setelah mengalami perluasan keanggotaan.

Blok yang digawangi oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan ini juga menyampaikan kekhawatiran terhadap ancaman nuklir yang mungkin timbul akibat eskalasi konflik.

Sebelumnya, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 dibuka oleh Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Minggu (6/7/2025).

Luiz Inacio Lula da Silva dalam paparannya sempat menyoroti ketidakefektifan DK PBB dalam mencegah konflik global yang terjadi saat ini.

Lantara hal itu, dia mengusulkan agar BRICS mengambil peran lebih besar dalam mendorong reformasi tata kelola global.

“Jika tata kelola internasional tidak mencerminkan realitas multipolar abad ke-21, maka BRICS harus mengambil peran dalam memperbaruinya,” jelas Luiz Inacio Lula da Silva di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS di Museum Seni Modern Rio de Janeiro.

(Tribunnews.com)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved