Berita Belitung Timur
Insiden Pengeroyokan 3 Jurnalis di Damar, Kadus Ungkap Kronologis Versi Mereka
Kadus Damar, Sufiandi mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari Yono Cahyono dari UPT KPHP datang ke kawasan proyek tambak udang
Penulis: Yunita Karisma Putri | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Masyarakat Belitung Timur tengah dihebohkan dengan kasus pengeroyokan di Mengkubang, Damar, Belitung Timur yang terjadi pada Kamis (17/7/2025).
Kepala Dusun Damar, Belitung Timur, Sufiandi mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari Yono Cahyono dari UPT KPHP datang ke kawasan proyek tambak udang bersama tiga wartawan yakni Herlambang, Jasman dan Lendra.
"Sebenarnya para wartawan itu sudah sering kurang lebih empat kali ke desa datang untuk memeriksa apakah kawasan yang akan dijadikan proyek tambak udang itu masuk ke dalam kawasan hutan lindung atau tidak, Jadi hari Kamis kemarin ada dari UPT KPHP datang bersama wartawan itu memeriksa bersama sampai membuka peta untuk menyesuaikan, dan ternyata kawasan itu tidak masuk ke dalam hutan lindung," ujar Sufiandi kepada posbelitung.co, Sabtu (19/7/2025).
Selepas ingin menuju parkiran, ternyata disana telah ramai dengan warga sekitar.
Seringnya melihat ketiga wartawan itu datang, Warga Desa Mengkubang pun turut menanyakan tujuan mereka datang ke Desa.
"Sebelum proyek itu dibangun, kan sudah dipertimbangkan sesuai ketentuan. Warga merasa kedatangan para wartawan itu bolak balik dengan tujuan yang tidak jelas dan terlalu ikut campur, akan membuat proyek tambak udang itu tidak terlaksana, " ucap Sufiandi.
Hal ini dikarenakan Warga Damar sangat berharap proyek tambak udang itu dapat berjalan demi keberlangsungan ekonomi desa dan warga.
"Kami kan mayoritas penambang. Jadi kami sangat beruntung adanya proyek ini karena kami sekarang tidak bisa mengharapkan sumber ekonomi dari tambang," ungkapnya.
Tak selang lama, antara wartawan dan warga pun saling adu mulut, hingga akhirnya terjadi pengeroyokan.
Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka di Polres Belitung Timur.
Sufiandi berharap agar Polres Belitung Timur dapat dengan bijak membuat keputusan.
"Warga kan membela demi kepentingan bersama, kami berharap Polres Belitung Timur dapat membuat keputusan yang bijak dalam menangani kasus ini," harap Sufiandi.
Sebagai informasi, dalam konferensi pers di Polres Belitung Timur, pada Jumat (18/7/2025), Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe mengungkapkan kejadian bermula saat Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, Camat Damar, Belitung Timur Arif, Yono Cahyono dari UPT KPHP, dan tiga wartawan yakni Herlambang, Jasman, dan Hendra mengecek sekitar lokasi tambak udang untuk memastikan masuk tidaknya ke dalam kawasan hutan lindung.
"Kemudian ketiga wartawan tersebut mengarah ke masyarakat dan dari situ mulai ada cekcok dengan masyarakat sekitar," tutur AKBP Indra.
Setelah itu HNY menyikut punggung Herlambang dan Kri menampol kepala dari Herlambang.Kemudian saudara Atak dan masyarakat lain cekcok dengan Jasman.
| Makna Natal 2025 Bagi Sekda Beltim Erna Kunondo Momen untuk Menguatkan Kasih Keluarga |
|
|---|
| Kreativitas Jemaat Gepekris Kelapa Kampit Kreasikan Pohon Natal Unik Berbahan Kardus Bekas |
|
|---|
| Ibadah Malam Natal di GPIB Karunia Manggar Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna |
|
|---|
| Sepekan Bazar UMKM, Bupati Kamarudin Muten Ajak Warga Rayakan Nataru di Situ Kulong Minyak |
|
|---|
| Pasokan Pangan Melimpah, Harga Cabai dan Bawang Turun Jelang Nataru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/olres-Belitung-Timur-gelar-konferensi-pers-kasus-pengeroyokan-tiga-jurnalis.jpg)