Pipa Distribusi Air Bocor
Pipa Distribusi Air Bocor Viral, Plt Direktur Permuda Tirta Batu Mentas Jelaskan
Video kebocoran pipa air di Jalan Raya Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Alza
POSBELITUNG.CO - Video kebocoran pipa air di Jalan Raya Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendadak viral di media sosial pada Senin (21/7/2025).
Pipa besar yang berada di pinggir jalan itu terlihat menyemburkan air deras, mengalir hingga merusak trotoar dan masuk ke saluran drainase.
Warga yang melintas di sekitar lokasi sempat merekam kejadian tersebut dan menyebarkannya di berbagai platform media sosial.
Tak sedikit warganet yang mempertanyakan mengapa kebocoran itu dibiarkan terjadi cukup lama tanpa ada penanganan langsung di lokasi.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Tirta Batu Mentas Belitung, Edi Usdianto atau Edu, angkat bicara.
Edu menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa langsung melakukan perbaikan karena pipa tersebut bukan berada dalam kewenangan Perumda Tirta Batu Mentas.
Menurutnya, pipa distribusi tersebut masih merupakan aset milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung.
“Kami sudah koordinasi sejak tiga minggu yang lalu,” kata Edu kepada Posbelitung.co, Senin (21/7/2025).
Bahkan, lanjutnya, pada minggu lalu pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada pihak BWS Babel agar segera melakukan perbaikan.
Namun hingga saat ini belum ada tindakan karena pihak balai masih menunggu penunjukan Plt Kasatker Operasi dan Pemeliharaan Belitung serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang baru.
“Kami sudah tinjau ke lapangan. Diduga sambungan pipanya terlepas atau bergeser,” ungkap Edu.
Meskipun terjadi kebocoran cukup besar, Edu menegaskan bahwa distribusi air ke rumah pelanggan tidak mengalami gangguan berarti.
Air tetap mengalir karena sistem distribusi didukung oleh Water Treatment Plant (WTP) yang berada di Buluh Tumbang.
Namun, ia mengakui adanya dampak pada tekanan air yang berkurang di beberapa titik distribusi pelanggan.
Selain itu, pihaknya mencatat adanya kehilangan air dari embung ke WTP akibat kebocoran tersebut yang mencapai sekitar 40 persen.