Video
VIDEO: Satria Arta Kumbara Terancam Dipenjara Jika Nekat Pulang ke Indonesia
Satria Arta Kumbara terancam dipenjara jika nekat pulang ke Indonesia.
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Alza
POSBELITUNG.CO - Satria Arta Kumbara terancam dipenjara jika nekat pulang ke Indonesia.
Ancaman tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Korps Marinir, Mayor Jenderal TNI (Marinir) Endi Supardi.
Menurut Endi, Satria telah resmi dipecat dari dinas TNI AL dan statusnya kini kembali menjadi warga sipil.
Pemecatan itu dilakukan karena Satria meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi.
Selain pemecatan, Satria juga dijatuhi hukuman kurungan selama satu tahun.
Namun hukuman itu belum dijalani karena Satria menghilang dari Indonesia.
Endi menegaskan bahwa hukuman tersebut tetap berlaku dan bisa dijalankan jika Satria kembali ke tanah air sebelum masa kedaluwarsa vonis berakhir.
"Kalau dia masih ada di Indonesia, kita hukum setahunnya. Karena tetap masih ada kewajiban untuk menjalani hukuman.
Tapi apabila sudah lewat, itu sudah kedaluwarsa, tidak. Kalau tidak salah 2033, kalau ada di Indonesia, kita masukkan kurungan setahun," ujar Endi, dikutip dari Kompas.com.
Nama Satria kembali mencuat ke publik setelah videonya viral di media sosial.
Dalam video itu, ia memohon agar bisa pulang ke Indonesia.
Satria adalah mantan prajurit Marinir TNI AL berpangkat Sersan Dua.
Ia meninggalkan dinas militer Indonesia dan bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama I Made Wira Hady, menjelaskan bahwa Satria melakukan desersi sejak 13 Juni 2022.
Tindakannya dianggap pelanggaran berat karena pergi tanpa izin dan tidak kembali menjalankan tugas.
| Video: Konflik Timur Tengah Tak Lagi di Darat, Meluas ke Maritim, Urat Nadi Ekonomi Dunia Terancam |
|
|---|
| Video: Viral Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Tuai Kecaman, Netanyahu Minta Maaf |
|
|---|
| Video: Bocoran Undangan Nikah Syifa Hadju dan El Rumi Terungkap, Ahmad Dhani Singgung Tanggal |
|
|---|
| Video: Pilot AS Hilang di Iran, Trump Ngamuk Berteriak ke Ajudan Sampai Absen Briefing Perang |
|
|---|
| Video: Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Rp100 Juta, Insanul Fahmi Keberatan dan Hanya Sanggup Rp1 Juta |
|
|---|