Video
VIDEO: Prabowo Pernah Ngobrol One Piece dengan Bayu Skak saat Heboh Bendera
Bendera bergambar tengkorak bertopi jerami, khas anime One Piece, ramai dikibarkan menjelang perayaan HUT ke-80 RI.
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Alza
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengaku belum pernah melihat langsung bendera tersebut dikibarkan.
Namun ia menegaskan bahwa bendera merah putih tidak boleh digantikan oleh simbol apapun.
Menurut Hasan, menyukai atau tidak menyukai pemerintah adalah hal sah, tapi bendera nasional adalah keniscayaan yang tak bisa ditawar.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pengibaran bendera anime sebagai bentuk kreativitas sebenarnya tidak masalah.
Namun, ia menegaskan bahwa bisa ada tindakan jika ekspresi itu berubah menjadi ajakan untuk mengganti bendera nasional.
Misalnya, jika ada narasi yang mengajak mengganti pengibaran merah putih dengan bendera One Piece, itu bisa dianggap menyinggung rasa kebangsaan.
Prasetyo mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan di bulan kemerdekaan.
Ia berharap seluruh elemen bangsa saling bekerja sama, bersatu, dan membangun optimisme bersama.
Pemerintah pun berkomitmen untuk memperbaiki masalah satu per satu melalui dialog dan kolaborasi.
Prasetyo menyebut bahwa gaya penyelesaian kini melibatkan semua pihak secara terbuka.
Melalui semangat gotong royong, ia berharap masyarakat dan pemerintah bisa menghadapi tantangan bersama.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Heboh Bendera Bajak Laut, Dulu Prabowo Pernah Ngobrol One Piece dengan Bayu Skak
| Video: Trump Dilema! Terjebak Dampak Agresi Sendiri, AS Dihantui Harga BBM dan Inflasi |
|
|---|
| Video: Bandar Abbas Geger, Tiga Ledakan Terdengar, Landasan Pacu Dihantam Rudal |
|
|---|
| Video: Ruben Onsu Buka Suara Terkait Kedekatan Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi |
|
|---|
| Video: Fitri Salhuteru Sentil Lingkaran Pertemanan Nikita Mirzani Saat Dipenjara, Malah Ditinggal |
|
|---|
| Video: Kuasa Hukum Insanul Fahmi Ragukan Keabsahan CCTV di Kasus Inara Rusli dan Wardatina Mawa |
|
|---|