Kabar Terbaru Ningsih Tinampi, Dukun Mengaku Bisa Memanggil Malaikat dan Nabi
Ada video memperlihatkan Ningsih Tinampi sedang mengobati seorang gadis yang disebut-sebut anak indigo.
POSBELITUNG.CO - Nama Ningsih Tinampi sempat viral di media sosial.
Dia dikenal sebagai dukun perempuan yang disebut-sebut banyak mengobati penyakit nonmedis.
Cara pengobatannya pun tak biasa.
Seolah-olah Ningsih mampu berkomunikasi dengan mahkluk gaib.
Bahkan, dia mengaku bisa memanggil malaikat dan nabi.
Sontak pengakuan Ningsih itu membuat heboh.
Ada video memperlihatkan Ningsih Tinampi sedang mengobati seorang gadis yang disebut-sebut anak indigo.
Anak indigo tersebut tiba-tiba menangis karena mengaku melihat kehadiran malaikat dan nabi di belakang Ningsih Tinampi.
“Siapa yang datang? Dia adalah para malaikat. Dia pasti nangis. Yang datang adalah para malaikat,” ujar Ningsih Tinampi.
“Saya tidak bohong dan saya juga tidak mengada-ada. Saya tidak punya namanya khodam! Saya tidak punya namanya jin!” serunya.
"Ini para malaikat yang aku undang. Biar semua tahu, yang saya undang sekarang adalah para nabi," tambah Ningsih Tinampi tegas dan yakin.
Setelah itu, Ningsih Tinampi membacakan Surat Al Fatihah yang membuat anak indigo kembali menangis.
Praktisi pengobatan alternatif asal Dusun Lebaksari, Pasuruan, Jawa Timur itu bahkan bersumpah dirinya ini benar bisa memanggil dan mengundang para nabi dan malaikat.
"Ini yang datang para nabi, saya tidak bohong, demi Allah!," tegas Ningsih Tinampi.
Ningsih Tinampi bersumpah dirinya ini benar bisa memanggil dan mengundang para nabi dan malaikat.
"Ini yang datang para nabi, saya tidak bohong, demi Allah!," tegas Ningsih Tinampi.
Video Ningsih Tinampi yang mengaku dikawal malaikat dan didatangi Nabi seketika menuai pro dan kontra di kalangan netizen hingga terpaksa dihapus.
Tak hanya itu terkait pengakuan tersebut, kontroversi lainnya, dia mengaku sudah menemukan obat Corona.
Pada Maret 2020, tempat praktet pengobatannya sempat tutup.
Pada 2021 lalu, Ningsih Tinampi sudah membuka praktik pengobatannya.
Tahun 2022, Ningsih Tinampi muncul dengan kabar mengejutkan.
Ningsih Tinampi dilaporkan ke polisi Clara Angeline.
Clara Angeline melaporkan Ningsih Tinampi ke polisi untuk meminta kembali hak asuh anaknya yang ia berikan kepada Ningsih tiga tahun lalu.
Namun, Clara diminta untuk membayar Rp 2,5 Miliar jika ingin mengambil anaknya kembali.
Lantaran tak mampu membayar, Clara melaporkan masalah tersebut sebagai kasus pemalsuan akta anak.
Laporan tersebut dibuat pada 5 Desember 2022.
Terkini dilansir Tribun_Timur.com, Ningsih Tinampi aktif membagikan aktivitasnya di kanal YouTube Ningsih Tinampi.
Kanal YouTube-nya memiliki 3,67 juta subscriber.
Pantauan Tribun-Timur.com, Senin (18/11/2024), postingan terbaru Ningsih Tinampi di kanal YouTube yakni Kamis (14/8/2025).
"SAKIT DIBUAT ORANG !! KAKI SEPERTI TERSAYAT," demikian video yang diposting di kanal YouTube Ningsih Tinampi.
Tampak dalam video, Ningsih Tinampi mengobati pasiennya.
Klarifikasi Ningsih Tinampi
Perempuan asal Sidoarjo tersebut sempat melahirkan anaknya di tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Clara mengaku sakit perut sudah 10 tahun dan tidak sembuh sekalipun sudah dibawa ke beberapa tempat pengobatan.
Singkat cerita, ternyata setelah satu bulan dirawat di tempat praktik Ningsih Tinampi, Clara ini melahirkan seorang anak laki-laki.
“Saya sebenarnya sejak awal sudah curiga dengan gelagat Clara. Saya yakin ada yang disembunyikan dari keluarganya,” katanya kepada Surya Malang Jumat (2/12/2022) sore.
Setelah melahirkan, kata Ningsih, perwakilan keluarga Clara ini menawarkan bayi itu ke beberapa orang untuk mengasuhnya.
“Karena tetangga saya ini tidak berlebih, saya putuskan saya yang mengasuhnya. Itu bapaknya Clara yang memberikan ke saya,” terangnya.
Namun, perjalanan waktu, ia banyak kesibukan karena pasiennya yang bertambah, akhirnya anak itu dititipkan ke kerabatnya.
Setelah tiga tahun dirawat dan dibesarkan, kata Ningsih, tiba-tiba datang ke rumah kerabatnya, petugas Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan.
Mereka tidak datang sendirian tapi rombongan. Ada juga perwakilan dari tim PPT PPA dan perwakilan Polres Pasuruan.
Rombongan petugas itu mendadak minta anak yang dirawat dikembalikan ke orang tuanya yakni Clara. Hal itu membuat Ningsih dan kerabatnya kaget.
Ia secara pribadi, tidak akan menahan anak ini. Namun, apakah dengan cara seperti ini setelah tiga tahun tidak memberi kabar.
“Apa seperti ini caranya berterima kasih ke kami. Misalnya , berbicara baik - baik kan bisa tanpa harus melapor dan memfitnah keluarga ini,” ujarnya.
Ia mengaku kecewa dengan sikap dari petugas Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan yang datang bersama rombongan.
Ningsih meminta Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan tidak mengulangi cara-cara pemaksaan untuk mengambil alih hak asuh.
Dinas Sosial harus mempertimbangkan faktor psikologis dan kejiwaan anak dan orangtua yang telah mengasuhnya selama tiga tahun.
Menurutnya, proses asuh anak itu didasarkan atas rasa kemanusiaan. Jadi, perlu dipertimbangkan psikis anak dalam ini.
Ningsih juga menyebut bahwa penyerahan anak ini dilakukan oleh ibu dan keluarga karena tidak mengakui anak hasil hubungan gelap.
"Clara dan ayahnya sudah menandatangani pernyataan penyerahan anaknya. Ini juga disaksikan aparat Babinsa, Babinkamtibmas,” paparnya.
Disampaikan Ningsih, keluarganya justru sudah berniat baik dengan menolong agar anak yang tidak dikehendaki keluarganya ini menjadi anak terlantar. (bangkapos.com)
(Tribuntimur/Tribunnews)
| Viral Sosok Bocah Indigo Ikuti Mencari Korban Banjir dan Longsor, Cerita Dibalik Rival Altaf |
|
|---|
| Sosok RB, Dukun Cabul di Bangka Barat Setubuhi Gadis 16 Tahun, Modus Usir Jin dari Tubuh Korban |
|
|---|
| Pencarian Dino Orang Hilang di Sungai Manggar Belitung Timur Berlanjut, Dukun Adat Dilibatkan |
|
|---|
| Sosok Basawi Orang Hilang di Cerucuk Belitung, Kades: Tak Punya Riwayat Pikun |
|
|---|
| Sertu Hendri Hilang Misterius, Dukun Kampung Belitung Turun Tangan Bantu TNI AD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/ningsih-tinampiiiiii.jpg)