Nuklir Jadi Harapan Baru Masa Depan 

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tidak menghasilkan asap karbon. Udara tetap bersih, laut tetap jernih dan ekosistem sekitar tidak terganggu

Tayang:
Ist/Elvira Fidelia Tanjung
Elvira Fidelia Tanjung, Engineering & Thermohydraulic Junior Manager PT Thorcon Power Indonesia 

POSBELITUNG.CO - Teknologi nuklir hadir memberi harapan. Nuklir bukan berarti bom atau film Hollywood yang bikin merinding.

Pernah nggak bayangin hidup tanpa listrik? Bu Sari, seorang ibu rumah tangga, pasti langsung gelisah kalau kulkas mati.

“Aduh, ikan segar dari pasar bisa basi!” katanya sambil membayangkan dapur penuh aroma tak sedap.

Lain lagi dengan Pak Hasan, seorang nelayan dari salah satu desa. Ia butuh es untuk menyimpan hasil tangkapannya. Tanpa listrik, usahanya bisa rugi besar.

Sementara itu Rina, mahasiswi salah satu Universitas ternama, mengeluh karena skripsi nggak bisa dikerjakan gara-gara laptop mati dan WiFi tak menyala.

Teknologi nuklir bisa membantu Bu Sari menjaga isi kulkas tetap segar,

Pak Hasan tetap bisa menyimpan ikan hasil tangkapannya, dan Rina tetap bisa belajar tanpa takut listrik padam.

Semua orang, dari ibu rumah tangga, nelayan sampai mahasiswa, butuh listrik yang stabil.

Pertanyaannya: dari mana listrik itu bisa kita dapatkan? Selama ini kita masih mengandalkan batu bara, minyak atau gas.

Tapi sumber daya itu terbatas, dan lama-lama akan habis. Nah, disinilah banyak negara mulai mencari solusi baru, salah satunya lewat “energi nuklir.”

Lebih menarik lagi, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tidak menghasilkan asap karbon seperti pembangkit berbahan bakar fosil. Jadi udara tetap bersih, laut tetap jernih dan ekosistem sekitar tidak terganggu.

Nelayan bisa tetap melaut tanpa khawatir ikan hilang, petani tetap bisa panen tanpa takut sawahnya tercemar. Singkatnya, nuklir memberi energi tanpa mengorbankan alam.

Bukan hanya itu, hadirnya PLTN juga membawa berkah ekonomi. Dari pembangunan, operasional, sampai layanan pendukungnya, banyak peluang kerja terbuka. Anak-anak muda bisa belajar dan bekerja di teknologi canggih ini, tanpa harus merantau jauh.

Daerah pun bisa mendapat tambahan pendapatan, yang akhirnya kembali lagi untuk pembangunan fasilitas umum; mulai dari jalan, sekolah sampai layanan kesehatan.

Generasi muda juga punya kesempatan emas. Bayangkan ada pusat riset dan laboratorium di sekitar kita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved