Bus Wisata Gratis Jadi Primadona, Tapi Sayang Jadwalnya Kurang Sosialisasi
Setelah dua tahun lebih beroperasi di Jakarta, bus ini menjadi primadona turis lokal dan mancanegara yang ingin menikmati Jakarta.
POSBELITUNG.COM - Atraksi wisata di Ibu Kota semakin variatif dan banyak pilihan untuk menikmati sudut-sudut kota yang akan memasuki usia ke-489 ini, baik siang atau malam.
Di antaranya menggunakan bus city tour atau akrab disebut Mpok Siti yang merupakan bus wisata yang memiliki dua lantai.
Setelah dua tahun lebih beroperasi di Jakarta, bus ini menjadi primadona turis lokal dan mancanegara yang ingin menikmati Jakarta.
Setelah sekian lama, Warta Kota mencicipi bagaimana rasanya naik tingkat ini, .
Yang berbeda, Jika biasanya naik pada siang hari, kali ini sengaja dipilih menjelang malam selepas magrib, Minggu (22/5).
Perjalanan dimulai dari Halte BNI 46 Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Cukup banyak penumpang yang naik, hampir memenuhi slot kursi baik di lantai satu maupun di lantai dua.
Tidak dipungut biaya sepeserpun untuk bisa mengikuti tour dengan bus ini, penumpang diberikan selembar kertas bertuliskan gratis saat masuk ke dalam bus.
Semestinya ada lebih banyak penumpang yang akan naik, namun mereka mengurungkan niatnya saat diberitahu bus hanya sampai Halte Masjid Istiqlal dan tidak kembali ke Kota Tua.
Petugas di dalam bus menyebutkan bus akan beroperasi hingga pukul 19.00 dan akan berhenti di pemberhentian akhir di Halte Masjid Istiqlal.
Saat itu waktu menunjukan pukul 18.30. Menurut petugas di dalam bus, memang ada bus yang beroperasi hingga pukul 24.00, namun hanya hari Sabtu saja.
Usai menaikkan penumpang, bus bergerak perlahan. Saat itu tepat di depan Stasiun Jakarta Kota, jalanan dipadati oleh kendaraan roda empat. Udara di dalam bus begitu sejuk.
Ada yang berbeda ketika mengikuti tour dengan bus saat ini. Tidak ada lagi pemandu wisata yang menjelaskan melalui pengeras suara tempat-tempat bersejarah atau bangunan-bangunan yang menjadi daya tarik di sepanjang jalan yang dilalui bus.
Polisi wisata berseragam khas dan ramah terhadap penumpang pun tidak tampak.
Menurut petugas, semenjak pengelola bus dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta ke PT Transportasi Jakarta, dua fasilitas tersebut dihilangkan.
Tidak tahu
Penumpang tampak asyik menikmati suasana gemerlap lampu jalanan Jakarta dari dalam bus.
Tidak terkecuali anak-anak yang begitu gembira, mereka tampak bernyanyi, berteriak, dan sesekali berceloteh jika ada hal yang menarik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bus-wisata_20160529_105215.jpg)