Berita Belitung Timur

Persediaan Bapok Beltim Memasuki Ramadan, Stok Beras Cukup untuk 45 Hari, Migor Cuma Tahan 9 Hari

"Yang pasti akan ke Bulog untuk penyediaan daging beku. Lalu ke distributor lainnya yang dinilai mampu menyediakan daging segar," imbuhnya.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Belitung Timur, Liatim. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketersediaan bahan pokok (bapok) menjadi penting dibicarakan ketika memasuki bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.

Stok kebutuhan pokok di Belitung Timur sendiri saat ini bervariasi, mulai dari tersedia hingga 97 hari ke depan sampai hanya sembilan hari ke depan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Perdagangan Belitung Timur, Liatim, mengatakan, yang paling sedikit ketersediaan stoknya adalah gula pasir, yang hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Belitung Timur sampai delapan hari ke depan.

"Stoknya ada 17an ton dan kebutuhan kita per hari 2,2 ton. Jadi hanya bisa sampai delapan hari ke depan. Terus, minyak goreng stoknya 10,1 ton liter dengan kebutuhan per hari 1,1 ton, sehingga tahan sampai sembilan hari ke depan," jelas Liatim kepada Posbelitung.co, Senin (4/4/2022).

Kemudian, stok terigu 12,7 ton dengan kebutuhan per hari 889 kg sehingga cukup sampai 14 hari ke depan. Lalu, stok beras dan telur masing-masing 108 ton dan 1.553.750 butir, sehingga cukup sampai 45 hari dan 97 hari ke depan.

Mengenai kebutuhan lain seperti daging-dagingan, Liatim mengatakan, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan distributor guna menjaga stok bahan pokok supaya tidak langka mendekati hari raya.

"Yang pasti akan ke Bulog untuk penyediaan daging beku. Lalu ke distributor lainnya yang dinilai mampu menyediakan daging segar," imbuhnya.

Mengenai harga bahan pokok, dia mengakui memang ada tren kenaikan. Satu di antaranya disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang menaikkan PPN menjadi 11 persen per April 2022 ini.

Walau demikian, pihaknya akan terus mencoba mengintervensi pasar dengan berkoordinasi bersama Satgas Pangan kabupaten, supaya kenaikan harga ini tidak terus menerus yang nantinya akan menyebabkan inflasi.

"Di ujung Ramadan nanti, kami akan melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu diharapkan kebutuhan pokok bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat," kata Liatim. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved