Berita Belitung

Tim Khusus Segera Tangani Konflik Masyarakat Membalong dengan PT Foresta

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membentuk tim gabungan guna penyelesaian konflik masyarakat Kecamatan Membalong dan PT Foresta

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Penjabat Gubernur Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu 

POSBELITUNG.CO --  Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) membentuk tim gabungan guna penyelesaian konflik masyarakat Kecamatan Membalong dan PT Foresta Lestari Dwikarya.

Tim ini terdiri atas berbagai unsur, mulai kalangan masyarakat, pihak perusahaan, pemerintah, maupun pihak terkait.

Tim tersebut akan mulai bertugas pada 2 Oktober 2023 nanti.

Tim memiliki dua tugas penting yaitu melakukan identifikasi terhadap lahan-lahan yang ada dengan mencocokkan data yang dimiliki masyarakat, perusahaan maupun pemerintah.

Baca juga : Bikin Heboh, Sipir Wanita Berhubungan Intim dengan Narapidana

Baca juga : Biodata Shou Zi Chew, Bos TikTok yang Lagi Populer, Benarkah Dia Bakal Mematuhi Keputusan Indonesia

Tim juga melakukan sosialisasi terhadap warga di tujuh desa mengenai lahan yang akan difasilitasi pembangunannya oleh PT Foresta Lestari Dwikarya.

"Setelah cocok, dapat titiknya, nanti akan dilaporkan menjadi rekomendasi. Rekomendasi inilah dasar bagi bupati untuk melakukan tindakan lanjut berikutnya. Karena sebenarnya ini membantu bupati sehingga bisa berjalan baik," kata Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu setelah rapat penyelesaian konflik warga dan PT Foresta di Wisma Bougenville, Sabtu (30/9/2023).

Tim terpadu ini bakal mulai melakukan tugas selama 11 hari pada 2-13 Oktober 2023. Selanjutnya hasil identifikasi akan dibahas pada 13 Oktober 2023 nanti.

"Nanti tim bekerja dulu, nanti dilaporkan. Mungkin kami nanti kalau perlu zoom, nanti kami zoom. Baru apa nanti hasilnya, mudah-mudahan kalau 11 hari selesai, selesai, tidak ada yang mustahil," lanjutnya.

Disinggung soal konsekuensi yang bakal terjadi jika perusahaan terbukti bersalah, Suganda enggan menanggapi lebih lanjut.

Menurutnya, yang terpenting pada persoalan ini mencari solusi, serta memperbaiki hubungan masyarakat dan perusahaan.

"Janganlah kita, terbukti tidak terbukti, kita kan sekarang untuk mencari solusi. Semua orang pasti punya salah, kita tidak buka aib siapa-siapa, sudahlah, kita tinggalkan, kita mulai lembaran baru yang bagus, untuk masyarakat, perusahaan, dan semuanya," ujarnya.

Baca juga : Kasus Korupsi di Kementan dan Soal Dugaan Keterlibatan SYL, Surya Paloh Pilih Bungkam

Baca juga : Wisata Pantai Kepulauan Anambas, Punya 255 Pulau Kecil nan Cantik

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved