Berita Pangkalpinang
Cabai Merah Penyumbang Inflasi Tahunan
Angka inflasi gabungan dua kota di Bangka Belitung yakni Pangkalpinang dan Tanjungpandan hingga Desember tahun 2023 mengalami penurunan.
Penulis: Rusaidah |
POSBELITUNG.CO - Angka inflasi gabungan dua kota di Bangka Belitung yakni Pangkalpinang dan Tanjungpandan hingga Desember tahun 2023 mengalami penurunan.
Badan Pusat Statistik Provinsi Bangka Belitung mencatat inflasi tahunan y-on-y dan y-to-d kedua kota ini sebesar 2,65 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 117,36.
Secara rinci BPS Provinsi Bangka Belitung mencatat Pangkalpinang mengalami inflasi y-on-y sebesar 2,01 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,26 persen dan Kota Tanjungpandan mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,80 persen dan deflasi m-to-m sebesar -0,57 persen.
Komoditi cabai merah, beras dan rokok tercatat masih menjadi penyumbang inflasi bulanan hingga tahunan di Bangka Belitung.
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Bangka Belitung Reflin Arda menyampaikan, angka inflasi tahunan di Bangka Belitung saat ini masih dapat dikendalikan dengan adanya kerja sama dan kolaborasi antar pihak terkait.
"Alhamdulillah secara kalender angka inflasi kita masih pada terapan atau tingkatan yang bisa terkendali secara tahunnya dan tidak berada diatas 4. Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan secara bersama dan kolaborasi dinas terkait yang bisa memantau terdistribusinya bahan pokok kita yang masih disupport dari luar kota," ungkap Reflin usai memaparkan rilis berita resmi statistik, Rabu (2/1).
Kata Reflin, inflasi y-on-y dan y-to-d pada gabungan dua kota di Bangka Belitung bulan Desember terjadi karena adanya peningkatan indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau, transportasi dan kelompok kesehatan.
"Kebutuhan pokok seperti cabai merah, beras memang setiap bulannya menjadi penyumbang inflasi yang harus dikondisikan dan masih mengintai kebutuhan masyarakat. Dan untuk kebutuhan angkutan umum pada akhir tahun memang sulit dikendalikan dan kerap menyumbang inflasi. Ke depan setiap akhir tahun kita harus mempersiapkan bagaimana antisipasi melayani masyarakat dengan tidak meningkatkan harga terkait angkutan umum ini," ucapnya.
Dia berharap momen awal tahun 2024, angka inflasi di Bangka Belitung bisa teratasi dengan adanya koordinasi dan kolaborasi yang diambil baik dengan internal ataupun eksternal.
"Mudah-mudahan inflasi ini bisa terus teratasi dan secara bersama melalui kolaborasi dinas terkait kita bisa terus memantau kondisi, terutama terdistribusi bahan pokok yang masih disupport dari luar kota," ujarnya.
Diketahui, saat ini harga bumbu dapur memasuki awal tahun baru 2024 di Pasar Pangkalpinang terpantau stabil.
Berdasarkan pantauan Bangka Pos Group, Senin (1/1), harga cabai rawit saat ini Rp80 ribu per kilogram, cabai merah Rp50 ribu per kilogram, bawang merah Rp40 ribu - Rp42 ribu per kilogram.
Harga jual komoditi bumbu dapur ini sudah berangsur terjadi sejak dua minggu terakhir.
Tak hanya itu, ketersediaan stok cabai juga mulai banyak di tingkat petani ataupun distributor.
"Meski memasuki akhir tahun, saat ini harga bumbu dapur masih stabil, bahkan sudah turun dibandingkan satu bulan lalu. Termasuk cabai yang sekarang sudah jauh turun," ujar Yuli, pedagang bumbu dapur di Pasar Air Itam Pangkalpinang.
| Martin dan Hasan Terdakwa Pembunuhan Adityawarman Dituntut Penjara Seumur Hidup |
|
|---|
| Gubernur Hidayat Arsani Ajak Masyarakat Menjaga dan Melestarikan Cheng Beng untuk Hormati Leluhur |
|
|---|
| Pemkot Pangkalpinang Hidupkan Golf Ceng Beng Cup, Dorong Sport Tourism |
|
|---|
| Sinergi Pemkot dan Relawan, Aksi Sosial dan Penanaman Mangrove di Pesisir Rusunawa Pangkalpinang |
|
|---|
| Profil Andi Kusuma, Pengacara Asal Pangkalpinang Ditetapkan Tersangka Dugaan Kasus Penipuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/BPS-Provinsi-Bangka-Belitung-saat-menggelar-rilis-berita-resmi-statistik-Selasa-21.jpg)