Berita Belitung

BWI Belitung Luncurkan Website Wakaf, Berwakaf Lebih Mudah Mulai Rp10.000

BWI Kabupaten Belitung resmi meluncurkan website bwikabbelitung.id sebagai sarana digital untuk memudahkan masyarakat berwakaf.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
LAUNCHING WEBSITE WAKAF - Foto bersama saat launching website wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Belitung di Kantor PLHUT Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (29/8/2025). BWI Kabupaten Belitung resmi meluncurkan website bwikabbelitung.id sebagai sarana digital untuk memudahkan masyarakat berwakaf. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Belitung resmi meluncurkan website bwikabbelitung.id sebagai sarana digital untuk memudahkan masyarakat berwakaf.

Peluncuran (launching) berlangsung di di Kantor Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (29/8/2025)

Ketua BWI Belitung, Huniyadi, mengatakan, kehadiran platform ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.

“Dengan adanya website ini, masyarakat lebih mudah dalam berwakaf. Terutama generasi milenial yang memang suka digital. Maka kita harus mendekati pendekatan digital untuk meningkatkan wakaf,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).

Ia menjelaskan, wakaf uang menjadi prioritas utama dalam program ini karena lebih praktis dan cepat dibandingkan wakaf tanah.

Melalui website, masyarakat bisa berwakaf mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu atau sesuai kemampuan, yang langsung terkoneksi dengan rekening melalui ponsel masing-masing.

Sasaran khusus BWI Belitung adalah calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan.

Huniyadi menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) dan penghulu.

Menurutnya, wakaf memiliki manfaat jangka panjang berbeda dengan zakat.

Dana wakaf yang terkumpul tidak habis dibagikan, melainkan dikelola sehingga terus memberikan hasil meski pewakaf telah meninggal dunia.

“Kalau zakat itu kan begitu dibagi langsung habis. Kalau wakaf, pokoknya tetap dan hasilnya bisa terus dinikmati,” jelasnya.

Saat ini, dana wakaf di Belitung yang dikelola BWI sekitar Rp50 juta dan sudah diinvestasikan melalui bank.

BWI juga mulai menggandeng usaha produktif, di antaranya pesantren yang membuka usaha air minum dengan skema kerja sama.

Ia menambahkan, cita-cita ke depan adalah mengembangkan aset wakaf dalam bentuk unit usaha yang bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Seperti pusat perdagangan, rumah sakit bersalin, hingga program pendidikan.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved