Warga Diterkam Buaya

Polsek Payung Imbau Petani Waspada Serangan Buaya Pasca Kasus Akat

Seorang warga bernama Akat (60) warga Desa Sumber Jaya Permai, Kecamatan Pulau Besar tewas diterkam buaya. 

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Kamri
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
EVAKUASI WARGA - Proses evakuasi korban diterkam buaya di areal persawahan BPTP Desa Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (16/9/2025). 

POSBELITUNG.CO – Pasca kasus warga diterkam buaya, Polsek Payung di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada terhadap serangan binatang buas.

Sebelumnya, seorang warga bernama Akat (60) warga Desa Sumber Jaya Permai, Kecamatan Pulau Besar tewas diterkam buaya

Kapolsek Payung, Iptu Marto Sudomo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Terutama bagi warga berprofesi sebagai petani di Kecamatan Pulau Besar dan tinggal di bantaran sungai.

Kawasan sungai dan rawa menjadi habitat utama buaya.

Masyarakat perlu berhati-hati saat melakukan aktivitas di sungai apalagi di waktu yang minim penerangan.

“Kami mengimbau petani dan masyarakat untuk waspada dengan adanya serangan buaya di areal persawahan BPTP Desa Batu Betumpang,” kata Marto, Selasa (16/9/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS: Pria 60 Tahun di Bangka Selatan Tewas Diterkam Buaya, Saling Tarik-tarikan

Kemunculan buaya di areal persawahan bisa menjadi ancaman serius bagi warga yang sering beraktivitas di sekitar perairan.

Buaya biasanya makin agresif saat musim kawin.

Selain itu, buaya makin sering muncul di perairan diduga karena kelaparan akibat sumber makanan di habitatnya makin sulit didapat.

Meski buaya tersebut saat ini tidak lagi terlihat di permukaan, kepolisian menduga hewan buas itu masih berada di dalam sungai.

Warga tetap diminta untuk tidak mendekat atau beraktivitas di sekitar lokasi hingga situasi benar-benar aman.

Terlebih buaya yang menyerang seorang petani sentra produksi padi di Kecamatan Pulau Besar berukuran hingga tiga meter.

“Bagi masyarakat yang beraktivitas di sawah agar menggunakan timba atau ember, bukan turun langsung ke sungai karena berbahaya,” kata Marto Sudomo.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved