Berita Belitung

Harga Ayam di Belitung Melejit, Tembus Rp50 Ribu Per Kilogram

Harga ayam potong di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus merangkak naik.

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
DAGING AYAM RAS - Daging ayam ras di lapak pedagang Pasar Berehun, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (15/10/2025). Harga ayam potong di Kabupaten Belitung, terus merangkak naik hingga menembus Rp50 ribu per kilogram. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Harga ayam potong di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus merangkak naik hingga menembus Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ayam ini sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir dan mulai terasa di kalangan pedagang maupun pembeli.

Pika, salah satu pedagang ayam di Pasar Berehun, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mengatakan, harga ayam awalnya masih di kisaran Rp40 ribu, namun naik bertahap hingga kini mencapai Rp50 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga ayam ini karena bibit DOC (Day Old Chicken, red) susah, makanya harganya naik,” ungkapnya, Rabu (50/9/2025).

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUMKMPTK) Kabupaten Belitung membenarkan adanya lonjakan harga tersebut.

Kabid Usaha Perdagangan, Hamzah, mengatakan, kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya stok ayam di pasaran.

“Sudah pasti karena stok kita sangat berkurang,” kata Hamzah.

Menurutnya, harga ayam yang ideal bagi pedagang dan masyarakat berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

"Kami sudah menghitung untuk harga normalnya, pedagang nama untung dan masyarakat tidak terlalu berat itu antara 38 ribu sampai 40 ribu. Itu pedagang sudah untung dengan harga beli hidup Rp23.800," jelasnya.

Ia menjelaskan, kondisi ini bisa disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari pabrik atau penyetopan bibit ayam, meski pihaknya masih mendalami hal tersebut bersama tim terkait.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah akan melakukan operasi pasar bersama sejumlah stakeholder, melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Langkah ini diharapkan bisa menstabilkan harga ayam agar tidak terus melonjak.

Hamzah menambahkan, upaya stabilisasi harga akan terus dikoordinasikan melalui Tim Satgas yang sudah dibentuk, agar inflasi daerah tetap terkendali. 

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved