Berita Bangka Belitung

Pemkab Bangka Barat Berharap Pelabuhan Tanjung Ular Segera Aktif

Percepatan pengaktifan Pelabuhan Tanjung Ular merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Kamri
Dok. Bangkapos.com
PELABUHAN TANJUNG ULAR - Pelabuhan Tanjung Ular di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 
Ringkasan Berita:
  • Pelabuhan Tanjung Ular yang masih belum beroperasi optimal.
  • Pemkab juga terus menjalin koordinasi dengan PT Timah Tbk selaku pemegang IUP.

 

POSBELITUNG.CO - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menilai percepatan pengaktifan Pelabuhan Tanjung Ular merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas dan ekonomi daerah.

Kabupaten Bangka Barat saat ini memiliki tiga pelabuhan, yaitu Pelabuhan Mentok, Pelabuhan ASDP Tanjungkalian, dan Pelabuhan Tanjung Ular

Namun, hanya Pelabuhan Tanjung Ular yang masih belum beroperasi optimal.

“Mudah-mudahan Pelabuhan Tanjung Ular segera digerakkan dan dibuka.

Kita tinggal menunggu proses dari kementerian terkait,” kata Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, Rabu (26/11/2025).

Pemkab juga terus menjalin koordinasi dengan PT Timah Tbk selaku pemegang IUP, serta Pelindo sebagai pemilik hak pengelolaan Pelabuhan Mentok karena persoalan pendangkalan.

Menurutnya, operasional pelabuhan tinggal menunggu pernyataan kesiapan dari pihak nelayan.

“Kalau nelayan sudah menyatakan siap, mereka juga siap membuka akses pintu pelabuhan,” jelasnya.

Yus mengatakan berbagai investor telah menunjukkan minat masuk.

Satu di antaranya Pertamina yang disebut-sebut tengah mengkaji pembangunan kilang di kawasan Tanjung Ular. 

Untuk memperpendek jalur distribusi serta meningkatkan efisiensi, terutama pada kondisi gelombang besar dan air surut.

"Mudah mudahan Pertamina, membangun kilang mungkin tidak di Pangkalbalam lagi, tetapi di Tanjung Ular sehingga memperpendek lalu lintas ketika air surut," jelasnya.

Ia menegaskan pembangunan pelabuhan bukan semata soal Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun untuk membuka ruang bagi dunia usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita welcome perusahaan masuk.

Pelabuhan adalah roda ekonomi.

Kalau pelabuhan hidup, pekerja, kuli pikul, dan aktivitas perdagangan akan tumbuh.

Pelabuhan Mentok bisa hidup kembali, tidak seperti kota yang habis perang,” ujarnya.

Pemkab Bangka Barat menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan komunikasi, pengawalan, serta pembenahan  guna mempercepat realisasi pengoperasian sejumlah pelabuhan yang ada.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved