Berita Bangka Belitung

Harga TBS Sawit Melonjak 7 Persen, Petani Sawit di Basel Mulai Lega

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung, kembali mengalami kenaikan per Jumat (29/5/2026).

Tayang:
Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
ANTRE - Para sopir truk antre memasok tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpangrimba, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (12/5/2026). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali mengalami kenaikan per Jumat (29/5/2026).

Kenaikan harga tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi petani sawit setelah sebelumnya harga sempat melemah selama beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga tercatat terjadi di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) dengan penambahan mencapai Rp150 per kilogram atau hampir tujuh persen dibanding harga sebelumnya.

Kondisi ini dinilai mulai memberi dampak positif terhadap pendapatan petani di tengah fluktuasi harga komoditas perkebunan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan peningkatan harga terjadi di beberapa perusahaan pengolahan sawit yang ada di wilayah tersebut.

“Kenaikan harga ini tentu menjadi kabar baik bagi petani sawit karena berpengaruh terhadap pendapatan mereka,” kata Risvandika kepada Posbelitung.co, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, harga TBS di PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas naik dari Rp2.120 menjadi Rp2.270 per kilogram atau meningkat sekitar 7,08 persen. 

Sementara harga di PT Bangka Agro Plantari (BAP) Desa Bedengung dan PT Bhumi Palmindo Kencana (BPK) Kecamatan Payung juga naik dari Rp2.150 menjadi Rp2.300 per kilogram.

Meski demikian, tidak seluruh PKS melakukan penyesuaian harga.

PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP) Simpang Rimba masih mempertahankan harga Rp2.200 per kilogram untuk jenis tenera dan Rp1.765 per kilogram untuk jenis dura.

Begitu pula PT Tama Buana Jaya (TBJ) Desa Jeriji yang masih bertahan di angka Rp2.150 per kilogram.

“Masih ada beberapa pabrik yang mempertahankan harga sebelumnya dan belum melakukan penyesuaian,” ujarnya.

Kenaikan harga di tingkat pabrik turut berdampak terhadap harga beli sawit di tingkat petani.

Sebelumnya harga TBS petani berada di kisaran Rp1.814 hingga Rp1.914 per kilogram, namun kini meningkat menjadi Rp1.894 sampai Rp1.994 per kilogram.

Menurut Risvandika, kenaikan tersebut berkisar Rp80 per kilogram atau sekitar empat persen dibanding harga sebelumnya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved