Berita Belitung Timur

372 Anak Ikut Lomba Milud di Belitung Timur, Ajang Bangkitkan Permainan Tradisional

Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Belitung Timur berupaya mempertahankan olahraga tradisional.

Penulis: Yunita Karisma Putri | Editor: Kamri
Posbelitung.co/Yunita Karisma Putri/Yunita Karisma Putri
LOMBA MILUD - Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar bersama peserta saat perlombaan olahraga tradisional milud (gobak sodor) yang digelar Portina Belitung Timur di Lapangan MPB Gantung, Belitung Timur pada Rabu (26/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Lomba milud (gobak sodor) di Lapangan MPB Gantung, Belitung Timur.
  • Diikuti sebanyak 63 tim dari jenjang SD dan SMP dengan total peserta sekitar 372 anak.

 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Belitung Timur berupaya mempertahankan olahraga tradisional.

Kali ini dengan menggelar perlombaan olahraga tradisional milud (gobak sodor) yang dilaksanakan Portina Belitung Timur di Lapangan MPB Gantung, Belitung Timur, Rabu (26/11/2025).

Ketua KORMI Belitung Timur yang merupakan sekaligus Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, memberikan apresiasi atas terselenggaranya lomba milud ini.

Khairil menilai kegiatan tersebut berperan penting dalam menjaga keberadaan permainan tradisional yang kini semakin jarang dimainkan di tengah derasnya arus modernisasi. 

Ia menegaskan permainan rakyat memiliki nilai edukatif yang patut diwariskan kepada generasi muda.

“Permainan gobak sodor atau milud bukan baru sekarang saja, dari bapak-bapak dulu sudah lama dimainkan.

Saat ini banyak permainan tradisional yang kita tidak tahu, sebab itu kegiatan ini sangat penting,” ujarnya saat membuka perlombaan tradisional Milud se Kecamatan Gantung, Rabu (26/11/2025).

Perlombaan gobak sodor ini diikuti sebanyak 63 tim dari jenjang SD dan SMP dengan total peserta sekitar 372 anak.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati anak-anak Beltim.

Khairil menyebut perlombaan ini tidak hanya menjadi ajang berkompetisi, melainkan media pembinaan karakter.

Nilai kerja sama, sportivitas, hingga rasa kebersamaan diyakini dapat terbentuk melalui permainan tradisional.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan menghadirkan berbagai jenis permainan lainnya.

“Melalui Portina kami apresiasi sekali lagi. Mudah-mudahan tidak hanya milud, yang penting bagaimana kita mengedukasi anak-anak SD supaya mereka tahu dan mengenal permainan tradisional kita,” tambah Khairil.

Ia juga meminta para peserta menjunjung sportivitas agar kegiatan berlangsung meriah dan memberikan pengalaman positif.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved