Berita Belitung

10 SPPG 3T akan Dibangun di Belitung, Murid di Pulau Sumedang juga Bakal Dapat MBG

Enggit Clara, mengatakan pembangunan SPPG 3T ini menyesuaikan dengan kondisi geografis Belitung yang memiliki sejumlah desa

Tayang:
Penulis: Dede Suhendar | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Koordinator SPPG Wilayah Belitung, Enggit Clara. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG — Total 10 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kategori tertinggal, terdepan dan terluar (3T) akan dibangun di Kabupaten Belitung

Koordinator SPPG Wilayah Belitung, Enggit Clara, mengatakan pembangunan SPPG 3T ini menyesuaikan dengan kondisi geografis Belitung yang memiliki sejumlah desa kepulauan dengan sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah tersebut.

Artinya para murid di sekolah terluar wilayah Belitung seperti Desa Pulau Sumedang yang berjarak puluhan mil juga akan merasakan menu MBG sama seperti sekolah di daratan. 

“Kalau Kecamatan Selat Nasik sendiri itu masuk kategori 3T, jadi berbeda dari mitra reguler. Di Kabupaten Belitung ada 10 SPPG 3T, termasuk Selat Nasik, Pulau Seliu, Pulau Sumedang, Pelepak Putih, Sungai Padang, Sungai Samak, dan Pegantungan,” ujar Enggit kepada posbelitung.co, Jumat (13/2/2026). 

Ia menjelaskan, saat ini progres SPPG 3T di Kabupaten Belitung masih dalam tahap pembangunan.

Menurutnya, secara infrastruktur dan peralatan tidak jauh berbeda dengan SPPG reguler. Namun kapasitas pelayanan SPPG 3T lebih kecil.

“Kalau 3T itu kita hanya melayani di bawah seribu penerima manfaat, tidak lebih dari seribu. Jadi infrastrukturnya sama, tapi kuantitasnya lebih kecil dibanding mitra reguler,” jelasnya.

Sementara itu, Enggit menyebut saat ini sudah ada enam SPPG yang kemungkinan mulai beroperasi pada Februari ini, termasuk tambahan dari SPPG Polres.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada enam SPPG yang kemungkinan running bulan Februari ini. Jumlah penerima manfaat saat ini sekitar 13 ribuan, karena satu SPPG itu maksimal 2.000 penerima manfaat,” katanya.

Meski demikian, pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, setiap SPPG tidak langsung melayani 2.000 penerima manfaat, melainkan dimulai dari 1.000 orang terlebih dahulu.

“Kita bertahap dari seribu dulu supaya alurnya bisa terbaca dan untuk menghindari kontaminasi silang atau kejadian luar biasa (KLB). Minggu berikutnya naik 500 penerima manfaat, baru kemudian maksimal 2.000,” jelas Enggit.

Ke depan, ia memperkirakan total SPPG di Belitung bisa mencapai 17 unit dari mitra reguler, ditambah tiga unit yang dibangun di atas lahan pemerintah daerah.

“Tiga lahan pemda itu langsung dari BGN. Jadi totalnya nanti akan bertambah untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” katanya. (posbelitung.co/dede suhendar) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved