Pos Belitung Hari Ini

Petani Desa Serdang Kaget Ratusan Hektar Sawah jadi Perkebunan Sawit

Lahan yang teridentifikasi beralih fungsi jadi kebun sawit diperkirakan 95 hingga 100 hektare atau sekitar 5–6 persen dari total kawasan.

Tayang:
Editor: Hendra
Dokumentasi/Capture
Pos Belitung Cetak, Kamis (5/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan hektare lahan sawah di Kabupaten Bangka Selatan beralih fungsi
  • Lahan sawah yang dicetak tahun 2012 ditemukan berubah jadi kebun sawit
  • Pemda melakukan pemetaan dan mengidentifikasi tiga lokasi utama yang mengalami alih fungsi
  • Sebagian lokasi sudah disepakati akan dikembalikan menjadi lahan sawah

POSBELITUNG.CO, BANGKA -  Di bawah terik siang, Keranai (55) berdiri di tepi galangan tanah yang membelah hamparan lahan di Desa Serdang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Topi ember yang sejak pagi menempel di kepalanya dilepas perlahan.

Tangannya yang kasar menggenggam topi itu erat, sementara pandangannya menyapu barisan kelapa sawit muda yang tersusun rapi di atas tanah yang dulu ia tanami padi.

Di sela-sela barisan sawit, tanah tampak lebih keras. Tak ada lagi genangan air. Saluran irigasi permanen dari beton masih membentang di sisi lahan, lengkap dengan pintu air berbahan besi.

Endapan lumpur mengering di dasarnya. Beberapa pintu air berdiri tertutup, sebagian terbuka tanpa aliran.

“Dulu di sini air mengalir, padi tumbuh,” keluhnya lirih kepada Bangka Pos, Rabu (4/3).

Keranai adalah Ketua Kelompok Tani Desa Serdang. Ia menyebut, sekitar 50 hektare lahan sawah yang dibuka melalui program cetak sawah pada 2012 kini telah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit.

Penanaman itu disebut berlangsung sejak 2025 dan dilakukan tanpa sepengetahuan petani penggarap.

Lokasi sawah yang cukup jauh dari permukiman diduga membuat aktivitas tersebut luput dari pantauan. Saat para petani kembali ke lahan, sebagian area telah berubah menjadi kebun sawit dengan batang-batang muda yang mulai meninggi.

Lahan itu awalnya dicetak melalui program bersama TNI, lalu diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan dan diteruskan ke Pemerintah Desa Serdang untuk dikelola warga sebagai sawah produktif.

“Saya juga tidak pernah bertemu dengan orang yang melakukan penanaman. Mereka menanam secara diam-diam saat petani tidak ada di lokasi,” ucap Keranai.

Irigasi Mengering

Di sepanjang jalan menuju lokasi, saluran irigasi permanen terlihat masih utuh. Dinding beton berdiri kokoh mengikuti kontur petakan sawah.

Di beberapa titik, plang milik Balai Wilayah Sungai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terpasang di tepi saluran.

Tak jauh dari situ, plang merah bertuliskan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan tertancap di atas lahan yang kini ditanami sawit, tertanggal Oktober 2025.

Sebagian kawasan yang kini ditanami sawit belum sepenuhnya memiliki sistem tata air yang memadai.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved